Makam Awak Dakota Bersejarah di Bantul Ini Masih Terabaikan

Ihwal makam Bidha Ram, karena satu blok, akhirnya muncul saat jurnalis Tribun Jogja pada 2013 melacak jejak makam pilot Dakota.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: oda
tribunjogja/setya krisna sumargo
Makam Awak Dakota Bersejarah di Bantul Ini Masih Terabaikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Di antara seremoni kecil di makam pilot pesawat C-47 Dakota VT-CLA di TPU Sasana Laya, terselip fakta menyedihkan.

Kotak makam Bidha Ram, warga India teknisi pesawat Dakota yang disewa AURI dan jatuh ditembak Belanda di Ngoto, terabaikan.

Ironisnya, saat makam pilot Alexander Noel Constantine dimegahkan kembali, pelataran di atas kotak makam Bidha Ram itu justru jadi tempat berdirinya para peserta acara.

Kotak beton yang sebagian pelatarannya berselimut tanah itu juga jadi jalur kecil menuju sumur dan toilet di sebelah blok makam Constantine dan Bidha Ram.

"Ini memang makamnya orang India yang sepesawat dengan orang-orang Australia ini," kata Antok, salah seorang pengurus TPU Sasana Laya, Sabtu (29/7/2017) petang.

"Saya yang dulu pernah menggali lagi makam ini dan terlihat memang ada empat kotak," lanjutnya. Penggalian makam untuk keperluan rehab makam Constantine dilakukan 2016.

Jatuhnya Dakota VT-CLA di Ngoto pada 19 Juli 1947  menjadi bagian bersejarah bagi AURI ( TNI AU). Tiga tokoh perintis AURI, Agustinus Adisucipto, Adisumarmo dan Abdulrahman Saleh gugur.

Ketiga tokoh itu kini jadi nama bandara/lanud di Yogyakarta, Solo, dan Malang. Selain ketiganya gugur, pilot Constantine dan istrinya yang ikut dalamnpenerbangan, Beryl, juga tewas.

Begitu pula dua flight engineer, Roy LC Hazlehurst yang warga Inggris, serta Bidha Ram, meninggal pada tragedi itu. Satu-satunya yang lolos dari maut pada peristiwa ini adalah Abdul Gani, staf ÀURI yang ikut terbang dari Singapura.

Pesawat Dakota yang mengangkut obat dan logistik untuk perjuangan Republik Indonesia menghadapi agresi militer Belanda itu pinjaman Biju Patnaik, pengusaha kaya dari Orissa, India.

Dia sahabat dekat Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, yang punya hubungan sangat baik dengan Presiden Soekarno pada waktu itu. Penerbangan dipercayakan ke Constantine, pilot sewaan saat itu.

Ihwal makam Bidha Ram, karena satu blok, akhirnya muncul saat jurnalis Tribun Jogja pada 2013 melacak jejak makam pilot Dakota.

Sebelumnya, selama hampir 53 tahun, blok makam orang-orang yang turut berjasa bagi perjuangan RI itu telantar.

"Harusnya sekalian ya makam orang India itu direhab, tapi tidak ada perintah. Hanya makam orang Australia itu sajalah yang direhab. Kasihan juga sebenarnya," tambah Antok yang jadi pengurus makam sejak 1986.

Peristiwa Ngoto dan serangan udara mendadak sebelumnya oleh pesawat AURI ke Ambarawa, Salatiga, dan Semarang jadi tonggak kelahiran AURI.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved