Tanpa Izin, PNS Puskesmas Ini Berangkat ke Kalimantan

Siswati yang sudah 20 tahun lebih bekerja di Puskesmas ini memang pendiam dan orangnya tidak banyak mencampuri urusan orang lain.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
NET
logo gafatar 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dokter Syirotul Aini, dokter umum Puskesmas Candimulyo juga mengingat betul apa yang terjadi sebelum kepergian Siswati, istri Komari.

Dia hanya menceritakan jika Siswati pergi tanpa izin dengan kepala Puskesmas setempat tanggal 25 Desember 2015 lali.

“Dia hanya mengatakan jika terpaksa harus berangkat bersama dengan anak-anak dan suaminya ke Kalimantan. Namun, karena apa, kami tidak tahu. Belakangan kami tahu jika ada kabar-kabar soal Gafatar,” paparnya saat ditemui di Puskesmas Candimulyo, Rabu (13/1/2016) sore ini.

Dia menyebut, Siswati yang sudah 20 tahun lebih bekerja di Puskesmas ini memang pendiam dan orangnya tidak banyak mencampuri urusan orang lain. Hanya saja, dia juga tak ingin berdebat soal prinsip agama dengan Siswati.

Kadus Klumprit, Gumun, menyebut keluarga Komari meninggalakan rumah kontrakannya karena pergi ke Kalimantan. Dia tidak mengetahui secara persis jika kepergian mereka karena terkait dengan Gafatar.

“Kami tidak mengetahui. Hanya kabar yang beredar di masyarakat, pak Komari dan Agung anaknya itu, sering membicarakan soal Gafatar kepada warga sekitar. Sosial mereka di warga juga bagus sebenarnya,” tandasnya.

Diketahui, satu keluarga di Dusun Klumrit, Desa Surojoyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang hijrah ke Kalimantan sejak akhir bulan Desember 2015 lalu.

Mereka diduga hijrah karena bergabung dengan ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang santer akan mendirikan Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA).

Satu keluarga yang akhirnya hijrah ke Kalimantan ini adalah keluarga Mantan Kepala Desa (Kades) Kembaran, Kecamatan Candimulyo, Komari (52).

Komari hijrah bersama dengan Siswati (49), yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) perawat di Puskesmas Candimulyo.

Mereka hijrah bersama dengan tiga anaknya dan seorang kakak dari Siswati. Tiga anaknya terdiri dari Agung Suliadi (27), Dwi Cahyo Romadhon (25) dan Ari Kusumawati (23) serta Tri Setiyani (52) kakak dari Siswati, meninggalkan rumah sejak tanggal 24 Desember 2015. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved