Kemarau, Jasa Pompa Pengairan Sawah Banjir Pesanan
Bermodal dua unit mesin pompa, selang atau pipa, dan yang pasti tenaga dan waktu, Supoyo kini banjir pesanan untuk menyedot air sungai guna pengairan.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Saat kemarau panjang menjadi ancaman bagi pertanian karena minim air untuk bercocoktanam, sejumlah petani, salah satunya Supoyo (46), warga Kedungsari Pengasih, mampu memanfaatkan peluang ini dengan menjadi penyedia jasa dan tenaga sewa mesin pompa air, mengandalkan aliran sungai atau sumur bor.
Bermodal dua unit mesin pompa, selang atau pipa, dan yang pasti tenaga dan waktu, Supoyo kini banjir pesanan untuk menyedot air sungai guna mengairi sawah yang lama kekeringan.
Selain mendapat keuntungan dari tarif perjamnya, petani ini juga sekaligus sudah membantu para petani lainnya mendapatkan air dan kembali melanjutkan pertaniannya.
Ditemui di area sawah wilayah Kenteng Demangrejo, Jumat (14/8/2015), Supoyo bahkan sedang memenuhi dua pesanan.
Menggunakan dua unit mesin pompa, dia menyedot air Sungai Papah untuk dialirkan ke sawah yang semula kekeringan.
Beruntungnya, air Sungai Papah yang sempat lama mengering itu beberapa hari terakhir mengalir deras. Begitu air sungai kembali mengalir deras, Supoyo yang sudah cukup dikenal sebagai penyedia jasa dan tenaga pompa air pun banjir pesanan.
"Sehari bisa sampai enam petani pesan agar sawahnya diairi menggunakan diesel (pompa air)," kata Supoyo, Jumat siang.
Pekerjaan sampingan, selain juga sebagai petani sawahnya sendiri, ini telah dilakoninya sejak 1998. Dia mengawalinya ketika saat itu keluar dari pekerjaan sebagai buruh di Jakarta.
Memutuskan pulang kampung untuk bertani, dia sekaligus menjadi penyedia jasa dan tenaga pompa air saat musim kemarau.
Dari waktu ke waktu, tarif diterapkannya mengalami kenaikan. Jika dahulu tarif jasa dan tenaga pompa air Rp 15 ribu per jam, sejak kenaikan harga BBM sampai saat ini menjadi Rp 20 ribu per jam.
Untuk kapasitas mesin kecil, tarifnya tetap Rp 15 ribu per jam.
"Sehari bisa 10 jam. Kira-kira bisa memompa air dari sungai untuk mengairi sawah 2.500 meter persegi," jelasnya.
Sesuai ketersediaan pipa yang dimilikinya, jangkauannya mencapai area sawah sejauh 350 meter dari sungai, titik penempatan mesin pompa.
"Banyak yang pesan dan tidak menolak asal bersedia antre menurut giliran," ujar Ketua P3A wilayah setempat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pompa-air_20150814_174838.jpg)