PLN Akan Perbaharui 7.248 Meteran Listrik 'Jadul' Pelanggan di Sedayu
KWH meter socket merupakan bantuan dari USAID, yang diberikan pada 1980 melalui program listrik masuk desa
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera mengganti 7.248 pelanggan di Rayon Sedayu yang masih mempergunakan KWH meter socket yang sudah usang. Pasalnya teknologi ini sudah tidak sesuai dengan pengaturan daya juga rawan kecelakaan.
Manajer Area PT PLN DIY, Wahyu Bintoro menyampaikan KWH meter socket merupakan bantuan dari USAID, yang diberikan pada 1980 melalui program listrik masuk desa. Semula jumlah pengguna alat ini mencapai 19.000 pelanggan.
Namuan sejalan dengan peningkatan teknologi, PLN sebagai penyedia energi listrik di Indonesia ini melakukan pembaharuan alat ukur, termasuk menganti KWH meter socket dengan KWH meter umum yang standar.
“Kesulitannya masih banyak pelanggan yang keberatan mengganti socket. Karena alat ini dapat dipakai sesuka hati tanpa batas,” jelasnya.
Saat ini PLN harus menelan kerugian yang relatif besar. Sebab alat ini dapat menyedot daya tidak terkontrol, sementara pelanggan pun tidak akan dibebani kelebihan daya yang mereka pergunakan, tetapi cukup daya yang tertera di alat ukur.
“Akhirnya banyak dimanfaatkan pelanggan untuk kebutuhan lain. Misal membuka ruang usaha tertentu. Ini kan sebenarnya melanggar ketentuan,” ujarnya
Padahal lanjutnya, kerugiaan tidak hanya dialami PLN, pelanggan bahkan masyarakat sekitar beresiko dengan penyalaggunaan daya yang besar ini. “Soalnya kalau kabelnya tidak memadai rentan menimbulkan kebakaran,” jelasnya.
Wahyu mengungkapkan mayoritas pelanggan yang masih menggunkan KWH meter socket, saat ini berada di sekitar Rayon Sedayu PT PLN Area Yogyakarta, di antaranya wilayah Sedayu, Gamping, Minggir dan Moyudan.
“Untuk mengatasi masalah ini, kami telah meminta Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk meminta dukungan penggantian alat ukur,” ungkapnya
Asisten Manajer Transaksi Energi PT PLN Area Yogyakarta Tantowi Juni Priadi menambahkan daya yang dapat disedot alat ukur ini dapat mencapai tiga kali lipat dari kapasitas, sehingga memang cukup merugikan PLN.
Sebagai contoh sebuah KWH meter socket socket yang berkapasitas 450 VA dapat menyedot hingga 1350 VA lebih, tetapi biaya yang dibayarkan warga tetap untuk daya berkapasitas 450 VA.
“Untuk itulah kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk bahaya yang mungkin bisa terjadi terhadap penyalahgunaan KWH meter socket. Jika ada kesadaran masyarakat yang ingin mengantinya, kami layani gratis,” jelasnya.(vim)