Didik Nini Thowok Ciptakan Dua Tarian untuk Tanah Kelahirannya

Pria kelahiran Temanggung, 13 November 1954, ini berharap, ke depan dua tarian tersebut bisa menjadi pertunjukan ikon Temanggung.

Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG - Seniman tari Didik Nini Thowok akhir-akhir ini sering pulang kampung di Temanggung, Jawa Tengah, untuk menggarap tari kreasi baru guna menyambut Hari Jadi ke-178 Kabupaten Temanggung.

Dua tarian yang ia ciptakan tersebut berjudul "Gadis Tegowanuh" dan "Wulang Gatho". Tari kreasi baru tersebut diambil dari budaya yang selama ini telah melekat di masyarakat Temanggung.

"Kedua tarian itu sebenarnya nostalgia waktu kecil saya. Tegowanuh, waktu itu, terkenal dengan hasil kerajinan grabah, kemudian muncul caping kruduk karena saya ingat waktu kecil ada kesenian cengklungan yang menggunakan caping kruduk," katanya, belum lama ini.

Didik Nini Thowok atau bernama asli Didik Hadiprayitno ini menuturkan, sementara tarian "Wulang Gatho" berembrio dari tarian tradisional "Wulang Sunu" dan "Gatholoco".

"Keduanya saya kolaborasikan menjadi "Wulang Gatho". Tarian ini ada unsur komedinya," imbuhnya.

Dua tarian tersebut telah dipentaskan pada resepsi peringatan Hari Jadi ke-178 Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Phala kompleks Setda Temanggung, Rabu (21/11/2012) malam.

Pria kelahiran Temanggung, 13 November 1954, ini berharap, ke depan dua tarian tersebut bisa menjadi pertunjukan ikon Temanggung.

(Tribunjogja.com)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved