Biaya Perawatan Kuda Gusti Yudha Rp 5 Juta Per Bulan

Pria yang akrab dipanggil Gusti Yudha tersebut juga telaten merawat kuda-kudanya.

Editor: jun
Biaya Perawatan Kuda Gusti Yudha Rp 5 Juta Per Bulan - kuda1-yogya1.jpg
TRIBUN JOGJA/THERESIA ANDAYANI
Gusti Yudha menengok salah satu kuda kesayangannya.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sebagai figur yang senang memelihara kuda,  perhatian Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH)  Yudhaningrat kepada kudanya tentu besar. Maka, dia pun tidak keberatan keluar uang Rp 5 juta setiap bulan untuk membiayai kesenangannya tersebut.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Gusti Yudha tersebut juga telaten merawat kuda-kudanya, yang masing-masing diberi nama khas Jawa. Karena bekerja, jika pagi hari sampai siang dia tak  ada waktu untuk mengurusi kuda-kudanya sehingga menyerahkannya kepada petugas  perawat kuda. Sore hari, giliran Gusti Yudha mengeluarkan kuda-kuda dari kandang.

“Kalau Minggu pagi  saya sering ngajak kuda keluar jalan-jalan. Biasanya di seputar halaman Ndalem Yudonegaran atau ke Alun-alun Utara,” ujar Gusti Yudha kepada Tribun Jogja, Jumat (29/1/2011) sore.

Seperti kuda-kuda umumnya, kuda-kuda peliharaan Gusti Yudha diperlakukan sewajarnya. Makanan, misalnya, disesuaikan dengan jenis kudanya. Untuk kuda lokal, diberi makan  campuran havermut, rendeng, dedak, dan rumput. Sedangkan kuda pacu, makanannya terdiri atas  rumput kering, kacang ijo, jagung, dan gabah.

“Biaya untuk merawat kuda saja sebulan bisa mencapai Rp 5 juta. Karena, selain (untuk beli) makanan juga ada perawatan dari dokter,” ujarnya.

Bapak satu putri ini berkata, makanan yang disiapkan untuk kuda pacu harus sangat diperhitungkan. Bahkan, takaran-takaran yang dibuat pun harus disesuaikan bobot kuda. Selain itu, vitamin dan obat-obatan (suntik) diberikan berkala.

Untuk mencari kuda berkualitas, pria kelahiran 17 Januari 1958 ini sering meluangkan waktu untuk melihat pacuan kuda, dan melihat-lihat peternakan kuda. Tak heran, setiap pergi ke Jakarta, penyuka warna hijau daun ini selalu mengunjungi Cinangka, Ciomas (tempat peternakan kuda Ny Hardjono), dan tempat pengumpulan kuda-kuda dari Singapura yang pernah dipakai untuk olah raga polo.

“Hobi ini memperlancar rezeki saya. Masalah rezeki seolah mengalir begitu saja. Bisa dibilang, hobi ini membawa hoki untuk saya, dan saya jadi banyak temen dan banyak rejekinya,” papar Gusti Yudha.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved