Serie A

Sikap Rasmus Hojlund terhadap AC Milan Menuai Kecaman

Mantan pelatih AC Milan dan Italia, Arrigo Sacchi, heran mengapa Rasmus Hojlund masih ragu bergabung dengan Rossoneri dari Manchester United

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tom Weller / DPA / dpa Picture-Alliance melalui AFP
DAPAT KECAMAN - (Arsip) Rasmus Höjlund mencetak gol di Liga Champions antara Bayern Munchen vs Manchester di Allianz Arena, 20 September 2023. Mantan pelatih AC Milan dan Italia, Arrigo Sacchi, heran mengapa Rasmus Hojlund masih ragu bergabung dengan Rossoneri dari Manchester United 

TRIBUNJOGJA.COM - Mantan pelatih AC Milan dan Italia, Arrigo Sacchi, heran mengapa Rasmus Hojlund masih ragu bergabung dengan Rossoneri dari Manchester United

Sacchimenegaskan bahwa pemain Denmark itu bukanlah Marco van Basten, sehingga ketika AC Milan menghubungi, dia seharusnya segera menerima tawaran tersebut. 

Hojlund menjadi incaran AC Milan, yang saat ini hanya memiliki Santiago Gimenez sebagai satu-satunya penyerang tengah senior di skuad mereka. 

Rossoneri juga telah menjajaki kemungkinan merekrut Dusan Vlahovic dari Juventus, yang gajinya sekitar empat kali lipat dari mantan penyerang Atalanta tersebut. 

AC Milan tengah berupaya mendatangkan Hojlund dengan status pinjaman awal dari Manchester United di bursa transfer musim panas ini.

Pasalnya,  ia diperkirakan akan terpinggirkan menyusul kedatangan Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha musim panas ini. 

MU telah terbuka terhadap kemungkinan ini, tetapi laporan terkini menunjukkan bahwa sang pemain sendiri ingin bertahan dan memperjuangkan tempatnya di Old Trafford. 

Namun, Sacchi tidak dapat mengerti sikap Hojlund terhadap AC Milan

Sacchi kritik Hojlund 

Berbicara dalam wawancara baru-baru ini dengan La Gazzetta dello Sport, pria berusia 79 tahun itu mengatakan: 

"Kita tidak sedang membicarakan van Basten, juga bukan salah satu penyerang tengah terkuat di Eropa saat ini. Dia pemain yang lumayan, tidak lebih." 

"Saya memahami keinginan para direktur Rossoneri mengingat kekurangan striker. Tapi haruslah striker yang memang ingin datang ke Italia, yang tidak mudah marah." 

"Saya tidak mengerti pilihannya. Jika AC Milan menghubungi Anda, Anda berkemas dan naik pesawat pertama ke Malpensa,” Sacchi melanjutkan. 

“AC Milan, di dunia sepak bola, adalah nama yang mistis. Saya, bersama semua pemain yang didatangkan, akan mengajak mereka berkeliling ruang trofi agar kami memahami apa yang telah kami capai." 

"Tentu saja, Manchester United juga tim legendaris. Tapi di satu sisi, ada klub, AC Milan, yang menawarkanmu pekerjaan tetap, dan di sisi lain, ada klub yang berusaha keras untuk menjualmu. Apa yang akan kamu pilih?"

Kenapa Hojlund, bukan Vlahovic

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved