Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu Digelar, Warga Jatinom Klaten Ikut Sedekah
Puncak tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, digelar pada Jumat (8/8/2025).
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puncak tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, digelar pada Jumat (8/8/2025).
Tradisi sebaran apem yang sudah berlangsung selama empat abad itu dipusatkan di Lapangan Klampeyan dekat kompleks Makam Kiai Ageng Gribig, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Pantauan Tribun Jogja, ratusan orang mulai membanjiri kawasan Lapangan Klampeyan Kecamatan Jatinom pada Jumat (8/8/2025) pagi.
Masyarakat tampak mulai mencari tempat untuk mengikuti rangkaian tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu.
Nantinya, warga yang hadir akan mengelilingi dua menara di Lapangan Klampeyan. Sebab, penyebaran apam akan dilakukan dari atas menara tersebut.
Sebelum acara tradisi apem dimulai, tampak sejumlah warga melakukan sedekah apem di menara tersebut.
Mereka tampak membawa apam dari rumah ataupun beli, lalu menyerahkan kepada panitia penjaga loket sedekah apem di salah satu menara.
Seperti yang dilakukan Waliyo Jagung (58), warga Desa Pandeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dia menyedekahkan kue apem sebanyak 19 biji kepada panitia tradisi sebaran apam Yaa Qowiyyu.
Setelah itu, ia mendapatkan dua plastik kecil masing-masing berisi dua buah apam yang sudah didoakan sebagai kembalian.
"Saya menyedekahkan 19 kue apam. Karena kalau yang sudah punya cucu atau menantu memberikan 19 buah apem . Sekarang dibungkus plastik-plastik supaya tidak kotor saat disebar," ucap Waliyo kepada Tribun Jogja, Jumat (8/8/2025).
Ia mengatakan, sebaran apem Yaa Qowiyyu sudah menjadi tradisi masyarakat Jatinom yang diwariskan oleh Kiai Ageng Gribig.
Pihaknya pun mengaku setiap tahun selalu datang untuk memberikan sedekah dan mengikuti sebaran apam.
"Saya ikut sedekah supaya murah rezeki dunia akhirat dan anak-anak bisa jadi soleh-solehah. Harapannya semoga negara maju, makmur, disegani dunia, dan pemimpinnya bisa membawa rakyat semakin maju, makmur, adil, dan sentosa," ujarnya.
Waluyo menuturkan ikut kegiatan tersebut karena ingin melestarikan atau nguri-uri budaya tradisi Jatinom. Dikatakan, tradisi saparan Yaa Qowiyyu itu seperti hari Lebarannya masyarakat Jatinom.
| MBG di Klaten Dievaluasi, Bupati Hamenang Soroti Pengawasan SPPG |
|
|---|
| Nobar Film Dokumenter di Pendopo Klaten: Edukasi Bahaya Polio Lewat Media Visual yang Menggugah |
|
|---|
| Lantik Takmir Masjid Al Aqsha, Bupati Klaten: Ini Wajah Kita, Harus Selalu di-Upgrade |
|
|---|
| Setahun Timbun Solar Subsidi, Sindikat di Klaten Raup Omzet Rp200 Juta per Bulan |
|
|---|
| Polisi Bongkar Praktik Penimbunan Ribuan Liter Solar Bersubsidi di Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Seorang-warga-sedang-menyerahkan-sedekah-apem-di-menara-Lapangan-Klampeyan-Jatinom-Klaten.jpg)