Rangkuman Materi IPS SMP/MTs Kelas 7: Pembahasan Hubungan Manusia dan Lingkungan

Pelajari lokasi, interaksi antarwilayah dan interaksi sosial di materi IPS Kelas 7. Temukan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Cover Buku/buku.kemdikbud.go.id/
Tema Bab 1 Kehidupan Sosial dan Lingkungan Sekitar 

Tribunjogja.com ---  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah pelajaran yang membantu kita memahami hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Untuk siswa kelas 7, salah satu materi yang dipelajari adalah Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar.

Materi ini membahas bagaimana lokasi tempat tinggal memengaruhi kehidupan, konektivitas antarruang, serta bagaimana interaksi antarwilayah terjadi setiap hari.

Dalam artikel ini kita akan mempelajari bersama rangkuman materi IPS kelas 7 ini berdasarkan buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi) karya Muhammad Nursa'ban dan Supardi diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2023

A. Memahami Lokasi Tempat Tinggal: Absolut dan Relatif

Lokasi adalah letak suatu objek di permukaan bumi.

Lokasi dapat dibedakan menjadi dua jenis utama yang memiliki fungsi berbeda.

1.Lokasi Absolut

Lokasi absolut adalah letak suatu tempat yang bersifat tetap dan tidak berubah. Penentuan ini menggunakan sistem koordinat global yaitu garis lintang dan garis bujur.

Garis Lintang adalah garis horizontal yang digunakan untuk membagi iklim dunia (tropis, subtropis, sedang, dingin).

Sedangkan , garis bujur adalah garis vertikal yang digunakan untuk membagi zona waktu dunia.

Contoh nyata penerapan lokasi absolut dapat kita temui pada pilot dan nakhoda kapal yang menggunakannya untuk sistem navigasi.

Peta dunia juga menggunakan sistem ini sebagai standar.

2. Lokasi Relatif

Lokasi relatif adalah letak suatu tempat berdasarkan kondisi di sekitarnya.

Lokasi ini dapat berubah seiring perkembangan zaman.

Contohnya, sebuah toko yang tadinya jauh menjadi dekat karena adanya jalan tol baru.

Di era modern, kita sering memanfaatkan lokasi relatif, misalnya:

  • Menggunakan aplikasi transportasi online.
  • Menentukan rute tercepat dengan peta digital.
  • Menghitung ongkos kirim (ongkir) barang.

B. Konektivitas Antarruang: Mengapa Kita Saling Membutuhkan?

Konektivitas antarruang adalah hubungan atau interaksi antara satu wilayah dengan wilayah lain.

Interaksi ini terjadi karena adanya perbedaan potensi dan kebutuhan.

Mengapa Brebes dan Wonosobo saling bertukar barang?

Jawabannya ada pada tiga faktor utama yang memengaruhi interaksi antarwilayah, menurut Edward Ullman:

1. Saling Melengkapi (Regional Complementarity)

Perbedaan sumber daya alam antarwilayah membuat mereka saling membutuhkan.

Contoh: Kabupaten Brebes dikenal sebagai penghasil bawang merah, sementara Kabupaten Wonosobo terkenal dengan kentangnya.

Keduanya kemudian saling bertukar hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Kesempatan Berintervensi (Intervening Opportunity)

Terkadang, hubungan antarwilayah bisa terganggu jika ada wilayah lain yang mampu menyediakan kebutuhan yang sama dengan jarak lebih dekat.

Contoh: Wilayah A awalnya menjual hasil pertanian ke Wilayah B.

Namun, Wilayah B kini bisa mendapatkan pasokan dari Wilayah C yang jaraknya lebih dekat.

3. Kemudahan Pemindahan (Spatial Transfer Ability)

Faktor jarak, biaya, dan ketersediaan transportasi memengaruhi mudah atau tidaknya pemindahan barang dan jasa.

Jika transportasi sulit atau mahal, interaksi antarwilayah menjadi terbatas.

Baca juga: Penjabaran Pelajaran IPS Kelas 7 SMP Tema : Pemberdayaan Masyarakat Halaman 202-207

C. Pentingnya Interaksi Antarwilayah dalam Kehidupan

Interaksi antarwilayah memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari.

Kota-kota besar, misalnya, tidak akan bisa memenuhi kebutuhan pangan warganya tanpa adanya kerja sama dengan daerah penghasil bahan makanan.

Interaksi ini tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi seperti perdagangan, tetapi juga pada bidang lain seperti pariwisata dan pendidikan.

D. Interaksi Sosial: Hubungan Antar Manusia

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis.

Ini bisa terjadi antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok.

Interaksi sosial menyebabkan individu atau kelompok saling memengaruhi satu sama lain.

1. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial hanya bisa terjadi jika ada dua syarat utama, yaitu kontak sosial dan komunikasi.

Kontak Sosial dapat terjadi secara langsung (bertemu dan bertukar cerita) maupun tidak langsung (melalui telepon, surat, atau media sosial).

Sedangkan komunikasi merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesan.

Komunikasi bisa verbal (lisan atau tulisan) dan nonverbal (gestur atau bahasa isyarat).

Pesan yang diterima akan direspons kembali, sehingga terjadilah interaksi.

2. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial dibagi menjadi dua bentuk besar yaitu asosiatif (mengarah pada persatuan) dan disosiatif (mengarah pada perpecahan)

a. Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan. Terdapat beberapa bentuk interaksi sosial asosiatif antara lain:

  • Kerja Sama yakni usaha bersama untuk mencapai tujuan yang sama, seperti gotong royong di lingkungan masyarakat.
  • Akomodasi, upaya untuk meredakan atau menyelesaikan pertentangan. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan, seperti mediasi yang dilakukan ketua RT untuk menyelesaikan perselisihan antarwarga.
  • Akulturasi, perpaduan dua kebudayaan yang berbeda menjadi kebudayaan baru tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

b. Interaksi Sosial Disosiatif

Bentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan. Beberapa jenis interaksi ini antara lain:

  • Persaingan (Kompetisi), usaha untuk menunjukkan keunggulan masing-masing tanpa menggunakan kekerasan. Contohnya adalah persaingan antartim sepak bola untuk memenangkan pertandingan.
  • Kontravensi, perasaan tidak suka atau ketidakpercayaan yang disembunyikan.
  • Pertentangan (Konflik), usaha untuk menyingkirkan lawan yang biasanya disertai ancaman dan kekerasan.

Materi IPS Kelas 7 tentang Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar mengajarkan dasar-dasar untuk memahami dinamika masyarakat.

Dengan memahami konsep lokasi absolut dan relatif konektivitas antarruang, serta interaksi sosial dapat mengerti bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya dan bagaimana kerja sama antarwilayah terbentuk demi kesejahteraan bersama.

Pengetahuan ini bermanfaat tidak hanya dalam pelajaran di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memanfaatkan teknologi peta digital hingga menyadari pentingnya kerja sama dalam membangun masyarakat yang maju

(MG/Sabbih Fadhillah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved