IWAPI DIY Siap Bantu Perempuan Berdaya Secara Ekonomi

Stigma masyarakat terkait keberdayaan perempuan sering menjadi kendala. IWAPI DIY selalu terbuka bagi perempuan yang ingin bergabung.

Tribun Jogja
BANTU PEREMPUAN: Ketua Umum DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DIY, Utik Bidayati (kanan) dalam Tribun Jogja Podcast. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Tidak hanya peran sosial, tetapi juga ekonomi. Sebab perempuan mampu menjadi penyokong ekonomi keluarga serta menggerakkan perekonomian.

Menurut Ketua Umum DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DIY, Utik Bidayati, stigma masyarakat terkait keberdayaan perempuan sering menjadi kendala. Itulah sebabnya, IWAPI DIY selalu terbuka bagi perempuan yang ingin bergabung.

“Kalau memulai usaha itu kan yang dipikirkan uangnya dulu, tetapi yang penting itu niatnya. Niatnya sudah ada, tetapi kadang ada ketakutan-ketakutan. Makanya perlu berkumpul dengan pelaku usaha, nanti akan muncul ide, semangat, kemudian saling menguatkan, dan mendorong peluang-peluang baru,” katanya dalam Tribun Jogja Podcast.

“IWAPI DIY sangat terbuka, tidak harus menjadi anggota. Ikut kegiatan, pameran. Kami merangkul semua pelaku usaha, anggota kami juga beragam, tidak membatasi usahanya apa,” sambungnya.

Tantangan lain yang kini dihadapi pelaku saat ini berkaitan dengan teknologi. Saat ini, pasar tidak hanya berupa fisik, namun juga digital. Sehingga pelaku usaha juga harus adaptif.

Beragamnya produk juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu mestinya justru memacu kreativitas, sehingga bisa menonjolkan keunikan dan kekhasan produk dari pelaku usaha.

Menggelar berbagai pelatihan menjadi upaya agar pelaku usaha bisa menjawab tantangan industri saat ini. 

“Salah satu tujuan terbentuknya IWAPI adalah bagaimana kita menguatkan kemandirian ekonomi, terutama untuk para pengusaha perempuan. Kami berupaya meningkatkan kemampuan, kompetensi, kapabilitas. Kami terus mengembangkan kemampuan dari berbagai aspek, sesuai kebutuhan saat ini,” terangnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan industri, IWAPI DIY tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, tak terkecuali pemerintah. Ia menyebut, sinergi yang telah terjalin antara IWAPI DIY dengan stakeholder terkait cukup kuat.

Ia menilai sinergi dan kolaborasi merupakan kunci pentingnya dalam pembangunan ekonomi.

“Kami membangun dan menjalin komunikasi dengan instansi lain. Sehingga beberapa program bisa disinergikan. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi. Kami juga membutuhkan riset untuk menyikapi perkembangan industri saat ini. Kuncinya memang kolaborasi, karena akses kami terhadap beberapa hal terbatas,” ungkapnya. 

Ia menambahkan regenerasi menjadi satu hal yang tak kalah penting. Itulah sebabnya IWAPI DIY juga datang ke SMK-SMK untuk memberikan motivasi serta membagikan pengalaman dalam berbisnis.

“Kalau generasi muda itu kan idenya banyak sekali, tetapi bagaimana eksekusinya? Kalau secara akademik kan sudah dapat dari sekolah, kami hadir untuk mengajak bergabung (menjadi pelaku usaha), kami sharing, berbagi ilmu,” imbuhnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved