Sekolah Rakyat
Siswa Lolos Sekolah Rakyat Tidak Akan Terima Bantuan Program Indonesia Pintar
fasilitas pendidikan yang diberikan kepada siswa di Sekolah Rakyat mulai dari makanan, seragam sekolah, alat tulis, buku pelajaran
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Iwan Al Khasni
Gunung Kidul Tribunjogja.com - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul menyampaikan siswa yang lolos program Sekolah Rakyat dipastikan tidak lagi mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, Nurudin Aranir mengatakan hal ini lantaran para siswa yang diterima di Sekolah Rakyat akan dibiayai penuh pendidikannya selama bersekolah.
"Jadi, seperti bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) atau yang lainnya, tidak akan diberikan lagi. Karena, semua fasilitas pendidikan siswa saat bersekolah di Sekolah Rakyat sudah full ditanggung pemerintah," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, (11/7/2025).
Dia menerangkan fasilitas pendidikan yang diberikan kepada siswa di Sekolah Rakyat mulai dari makanan, seragam sekolah, alat tulis, buku pelajaran, kebutuhan sehari-hari, hingga kesehatan.
"Semua yang untuk menunjang belajar akan difasilitasi, terlebih lagi pembelajaran menerapkan sistem asrama atau boarding school," kata dia
Sementara itu, saat ditanya apakah siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan uang saku selama masa pendidikannya. Pihaknya mengaku belum mengetahui terkait hal tersebut.
"Kami belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut," kata dia.
• 24 Pelajar di Gunungkidul Lolos Seleksi Sekolah Rakyat, Dinsos Pastikan dari Keluarga Tak Mampu
Hanya 24 Diterima di Sekolah Rakyat
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 24 pelajar di Kabupaten Gunungkidul dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Sekolah Rakyat untuk jenjang pendidikan SMA/Sederajat.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, Nurudin Aranir memastikan seluruh peserta yang diterima telah melalui proses verifikasi ketat dan berasal dari keluarga miskin.
"Sedianya, ada 76 siswa dari keluarga tidak mampu yang mendaftar program Sekolah Rakyat ini, namun yang lolos seleksi hanya 25 siswa. Akan tetapi, sebanyak 1 siswa mengundurkan diri karena alasan temannya tidak diterima," tuturnya.
Ia melanjutkan proses penyaringan calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), diikuti dengan survei langsung ke lapangan.
"Maka dari itu, kami pastikan yang lolos ini tidak ada titipan atau hal lainnya. Semua siswa yang lolos melewati seleksi yang ketat," tutur dia.
Dia melanjutkan untuk pelaksanaan pembelajaran Sekolah Rakyat akan digelar di Balai Terpadu dr. Soeharso Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Dan, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani, Kalasan, Sleman.
"Adapun, nantinya 24 siswa Kabupaten Gunungkidul yang diterima di Sekolah Rakyat akan dibagi, sebanyak 23 siswa akan ditempatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS). Dan, satu siswa yang lain akan ditempatkan di Balai Terpadu dr. Soeharso Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul," ucapnya (ndg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pendaftar-Sekolah-Rakyat-Yogyakarta-Tembus-700-Anak.jpg)