Dua Sekolah Rakyat di DIY Siap Beroperasi, Kepala Sekolah Sudah Ditunjuk

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan bahwa persiapan sudah memasuki tahap akhir. 

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mempercepat persiapan operasional dua Sekolah Rakyat (SR) baru yang akan dibuka di Sonosewu dan Purwomartani pada Juli 2025 ini.

Kepala sekolah untuk kedua lembaga pendidikan tersebut telah ditetapkan, sementara pengajar akan diumumkan pada 3 Juli besok.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan bahwa persiapan sudah memasuki tahap akhir. 

"Untuk kepala sekolah di dua SR sudah ada penetapan. Guru-guru baru akan diumumkan besok oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial," ujarnya, Rabu (2/7/2025).

Kepala sekolah yang ditunjuk merupakan guru-guru muda berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dari wilayah Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo.

Mereka sebelumnya belum pernah menjabat kepala sekolah, namun dinilai memiliki potensi untuk memimpin lembaga pendidikan alternatif yang dirancang sebagai sekolah unggulan ini.

Baca juga: Sekolah Rakyat Tahap Kedua Siap Dimulai Juli 2025, Menjangkau 100 Titik Baru

Sekolah Rakyat di Sonosewu akan dipimpin oleh guru dari Bantul, sedangkan Sekolah Rakyat di Purwomartani dipimpin oleh guru asal Kulon Progo.

Sekolah Rakyat ini dirancang menyerupai sekolah menengah atas (SMA), namun dengan tambahan pendidikan karakter dan keterampilan. 

“Konsepnya seperti SMA, tetapi ada plusnya, karena kami menambahkan pendidikan karakter dan keterampilan. Ini boarding school, jadi berlangsung 24 jam,” ujar Endang.

Program pendidikan ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan penguatan karakter dan kemandirian generasi muda, khususnya dari kalangan rentan atau kurang mampu.

Oleh karena itu, pemilihan pengajar dan penyusunan kurikulum menjadi bagian penting dari pendekatan holistik yang diusung.

Untuk menunjang kegiatan belajar, sarana dan prasarana seperti gedung dan fasilitas pembelajaran sudah dinyatakan siap.

Endang juga menyebutkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Kominfo Digital untuk memasang jaringan WiFi gratis berkecepatan tinggi di kedua lokasi sekolah.

“Semua gedung sudah siap, termasuk jaringan internet yang disediakan bekerja sama dengan Kominfo. Ini penting agar peserta didik tidak tertinggal dari sisi teknologi,” tambahnya.

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh calon siswa dan guru akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada pertengahan Juli, antara tanggal 7 hingga 14 Juli 2025.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved