Museum dan Cagar Budaya Kaji Penambahan Kuota Pengunjung Naik ke Candi Borobudur

kuota naik ke Candi Borobudur memungkinkan untuk ditingkatkan menjadi 4.160 pengunjung dalam sehari.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Dok Tribun Jogja
Candi Borobudur 

Kuota Memungkinkan Ditingkatkan Jadi 4.160 Pengunjung Sehari

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Museum dan Cagar Budaya (MCB) Warisan Dunia Borobudur telah melakukan kajian terkait penambahan kuota pengunjung untuk bisa naik ke puncak Candi Borobudur.

Saat ini, kuota pengunjung yang bisa naik ke situs candi Buddha terbesar itu masih dibatasi sebanyak 1.200 orang per hari demi menjaga upaya konservasi dan kelestarian candi.

Berdasarkan hasil kajian terbaru yang dilakukan MCB, kuota memungkinkan untuk ditingkatkan menjadi 4.160 pengunjung dalam sehari.

"Kamis sekitar 4.160. Kalau dulu 1.200 pengunjung memang sudah nyaman sekali, jadi kita tingkatkan menjadi angka segitu (4.160)," jelas Koordinator MCB Warisan Dunia Borobudur, Wiwit Kasiyati, Selasa (1/7/2025).

Sebelumnya, Pemkab Magelang juga mengusulkan kuota naik candi ditambah menjadi 10 ribu pengunjung. 

Namun, menurut Wiwit, hal itu tak memungkinkan lantaran akan membuat kondisi di puncak candi terlampau padat.

Hal itu juga dikhawatirkan mengancam kelestarian candi.

"Kalau 10 ribu akan jadi sangat crowded di stupa. Kan harus ada uji coba kekurangannya seperti apa. Kalau menurut saya 5.000 itu kita kerjakan dulu sambil melihat nanti kekurangannya di mana," jelas Wiwit.

Kuota Naik Candi Borobudur Diusulkan Bertambah 4 Kali Lipat, Jadi 5.000 Orang per Hari

Wiwit mengatakan, kajian itu dilakukan pada awal Januari 2025 dan rampung dikerjakan sebulan setelahnya.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti adanya instruksi dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Namun terkait keputusan penambahan kuota, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari kementerian tersebut.

"Kita MCB diminta oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi untuk menghitung kembali. sudah kami hitung kembali, namun untuk pelaksanaan penambahan itu saya juga belum tahu persis," ungkapnya. 

"Pak bupati juga sudah menyurati (Kemenbud) juga. Informasinya seperti itu," sambungnya.

Menurut Wiwit, penambahan kuota ini juga merupakan masukan dari masyarakat di sekitar candi.

Sebab penambahan diyakini akan membuat candi semakin ramai dikunjungi hingga berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

"Keinginan masyarakat yang sudah disampaikan oleh bupati  pada saat pertemuan dengan pak menteri ketika ada Waisak itu beliau sampaikan," ujarnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved