Dinkes Kulon Progo Perkuat Peran KPA Guna Optimalkan Penanganan HIV/AIDS

Kepala Dinkes Kulon Progo, Sri Budi Utami menjelaskan KPA dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 362/A/2017.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Humas Pemkab Kulon Progo
KOORDINASI: Rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Senin (30/06/2025) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo berupaya memperkuat peran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) demi mengoptimalkan penanganan dan pencegahan HIV/AIDS. Apalagi kasus baru penularannya masih terus ditemukan.

Kepala Dinkes Kulon Progo, Sri Budi Utami menjelaskan KPA dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 362/A/2017. KPA juga ada di berbagai daerah.

"KPA dibentuk sebagai lembaga yang mengkoordinasikan berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah," kata Budi, Selasa (01/07/2025).

Menurutnya, KPA memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan dan strategi, memantau, serta mengevaluasi kegiatan penanggulangan HIV/AIDS di daerah. Termasuk melakukan koordinasi antar daerah dalam upaya penanganan.

Budi mengungkapkan bahwa kasus baru penularan HIV di Kulon Progo masih terus dilaporkan. Berdasarkan data sampai Desember 2024, penderitanya didominasi oleh pria.

"Sekitar 71 persen penderita adalah laki-laki, sedangkan sisanya yaitu 29 persen adalah perempuan," ungkapnya.

Menurut Budi, penyebaran HIV/AIDS saat ini mulai merambah kelompok usia anak. HIV/AIDS pun tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tapi juga sosial yang kompleks.

Itu sebabnya, peran KPA di daerah termasuk di Kulon Progo perlu lebih dikuatkan. Termasuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam menjaga komitmen penanganan HIV/AIDS.

"Selain menekan laju penularan baru, juga mengurangi stigma negatif dari masyarakat terhadap para penderitanya," ujar Budi.

Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Jazil Ambar Was'an menilai pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penanggulangan HIV/AIDS. Sebab upayanya perlu dilakukan secara lintas sektor.

Ia berharap forum tingkat kapanewon dan kalurahan juga menguatkan perannya dalam Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang HIV/AIDS ke masyarakat. Termasuk memastikan masyarakat memahami dengan baik terkait HIV/AIDS.

"Informasi yang benar bisa disampaikan secara masif melalui media sosial, sebab jadi cara yang efektif dan mampu menjangkau publik secara lebih luas," jelas Jazil.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved