Grebeg Suro Gunung Tidar Magelang 2025: Simak Rangkaian Acara Saat Malam 1 Suro
bertepatan dengan malam 1 Suro, dengan pelaksanaan Grebeg Suro di puncak Gunung Tidar yang dikenal sebagai pakunya Tanah Jawa.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG – Rangkaian Grebeg Suro Gunung Tidar 2025 resmi dimulai pada Rabu (25/6/2025).
Acara puncak akan digelar pada Kamis malam (26/6/2025), bertepatan dengan malam 1 Suro, dengan pelaksanaan Grebeg Suro di puncak Gunung Tidar yang dikenal sebagai pakunya Tanah Jawa.
Ketua Panitia Grebeg Suro Gunung Tidar 2025, Sigit Anwari, menjelaskan bahwa hari pertama diisi hiburan dengan 26 penampilan kesenian, termasuk 21 pentas seni tradisional, 5 atraksi drumband, serta barongsai Liong Samsi.
"Pentas seni ini dari sekitar Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Mulai pagi sampai pukul 17.00 WIB, lalu lanjut lagi malam hari pukul 20.00 hingga tengah malam," jelasnya.
Sementara pada hari kedua, Kamis (26/6/2025), acara dilanjutkan sejak pukul 09.00 WIB hingga sore, lalu disambung dengan kirab budaya yang menempuh rute kurang lebih 5 kilometer.
"Start dan finish di depan panggung utama pentas seni. Kirab lewat Jalan Ikhlas, masuk Jalan Kahendran, lalu kembali ke titik awal. Peserta membawa ogoh-ogoh dan beragam atribut budaya lainnya," paparnya.
Menjelang malam, prosesi ritual adat digelar. Juru kunci dan abdi Gunung Tidar membawa tumpengan, gunungan, dan sesaji berisi ubarampe yang disimbolkan sebagai bentuk syukur kepada leluhur.
Prosesi ini dikenal sebagai Bakti Alam Gunung Tidar.
"Yang ikut dari masyarakat sekitar, juga dari lereng Gunung Sumbing dan Sindoro," kata Sigit.
Tiga gunungan disiapkan untuk diperebutkan di puncak Gunung Tidar, yakni gunungan tahu, gunungan baju/kaos, dan gunungan hasil bumi.
"Nanti setelah sampai di puncak, biasanya kami diamkan sekitar setengah jam sampai satu jam, lalu pengunjung atau peserta bisa mengambil isi gunungan tersebut," ungkapnya.
Setelah kirab, dilanjutkan doa bersama di beberapa titik yakni makam Syech Subakir, Kyai Sepanjang, Tugu Paku Tanah Jawa, dan terakhir di makam Eyang Semar, yang diyakini sebagai pamomong Tanah Jawa.
"Doa dilantunkan secara Jawa dan Islami, ditutup pagelaran wayang kulit," tambahnya.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, Pemkot berkomitmen untuk menjadikan Grebeg Suro Gunung Tidar sebagai agenda tahunan Kota Magelang.
"Acara ini sudah masuk kalender event. Ke depan akan kita tata dan perbaiki agar menjadi ikon Gunung Tidar. Gunung ini punya historical yang kuat, legenda yang hidup, dan bisa menjadi destinasi wisata religi unggulan," ujar Damar. (tro)
| HUT Kota Magelang, Wali Kota 'Resik-resik Bareng' di Pasar hingga Fasilitas Umum |
|
|---|
| Lemhannas Gembleng Ketua DPRD Se-Indonesia: Siap Hadapi Ancaman Siber hingga Disrupsi Teknologi |
|
|---|
| Pesan Tembakau Sintetis via Instagram, Pemuda 22 Tahun di Magelang Diciduk Polisi |
|
|---|
| Modus Tanya Alamat KKN Ujung-ujungnya 'Njambret', Komplotan Curas Lintas Daerah Dibekuk Polisi |
|
|---|
| Dituntut 6 Bulan Penjara, Tiga Aktivis di Magelang: Preseden Buruk Kebebasan Berpendapat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Makam-makam-di-Atas-Gunung-Tidar-Magelang-Menyusuri-500-Anak-Tangga.jpg)