Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Pilih Tak Melaut
Kelompok Nelayan Pantai Baron, Mardi mengatakaan gelombang tinggi terpantau terjadi sejak Jumat pagi.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Para nelayan di Kabupaten Gunungkidul memilih tidak melaut imbas gelombang tinggi dan cuaca buruk yang terjadi di perairan DIY, pada Jumat (20/6/2025).
Kelompok Nelayan Pantai Baron, Mardi mengatakaan gelombang tinggi terpantau terjadi sejak Jumat pagi. Adapun, ketinggian gelombang laut mencapai 4 meteran.
"Gelombang tinggi terjadi baru pagi tadi. Jadi, hari ini sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Kalau kemarin kami masih aktif cari ikan, karena gelombang laut masih normal," ucapnya saat dikonfirmasi pada Jumat (20/6/2025).
Dia menambahkan para nelayan tidak berani melaut karena kondisi di tengah berbahaya untuk aktivitas pelayaran.
"Selain gelombang tinggi, juga anginnya kencang sekali, kalau untuk jenis kapal kecil seperti ini berbahaya," ucapnya.
Tak hanya berbahaya, kata dia, saat kondisi cuaca buruk hasil tangkapan biasanya pun cenderung lebih sulit. Bahkan beberapa nelayan yang nekat melaut, bisa pulang dengan tangan kosong.
"Kalau sudah cuaca seperti ini, biasanya nelayan lebih memilih tidak melaut. Selain berbahaya, biasanya ikan juga sedikit ketika ada badai seperti ini," tuturnya.
Saat libur melaut, Mardi mengatakan biasanya para nelayan akan beralih aktivitas ke kegiatan lain, seperti bertani hingga berdagang.
"Kebanyakan di sini, selain menjadi nelayan banyak juga yang bekerja sebagai petani dan pedagang. Jadi, kalau tidak melaut ya kerjain itu. Kalau tidak ada juga yang benerin jaring atau melakukan hobi yang lain," papar dia.
Sebelumnya, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono mengatakaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca dan kondisi laut untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlaku selama 24 jam pada Jumat, 20 Juni 2025.
"Dari imbauan BMKG, kenaikan gelombang laut di Pantai Gunungkidul pada hari ini mencapai antara 2,5 hingga 4,0 meter. Diperkirakan kondisi ini akan berlangsung sampai 24 Juni 2025 mendatang," tuturnya.
Ia melanjutkan untuk gelombang laut ini termasuk tergolong tinggi dan cukup berbahaya bagi aktivitas di laut, termasuk wisatawan maupun nelayan.
"Maka kami imbau pengunjung untuk berhati-hati dan patuhi imbauan petugas di titik-titik pantai. Kemudian, untuk nelayan walaupun kenaikan ini masih bisa melaut tetapi kami imbau tetap berhati-hati, dan jikapun harus melaut tetap memakai baju pelampung atau life jacket," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi memgatakan pihaknya sudah memberikan warning kepada nelayan lebih baik tidak melaut saat gelombang tinggi terjadi.
"Selain gombang tinggi, kecepatan angin juga besar berkisar 8-30 knot sehingga beresiko terhadap keselamatan terutama bagi pelayaran atau melaut," urainya (ndg)
| Wakil Ketua DPRD Bantul Imbau Warga Tetap Tenang, Jangan Panic Buying BBM di Tengah Isu Kenaikan |
|
|---|
| Daftar Rekor Mohamed Salah di Liverpool, 7 Fakta usai Pamit dari Anfield |
|
|---|
| Penjelasan Lengkap Perbedaan Matcha dan Green Tea : Asal, Cara Penyajian, dan Manfaat Kesehatan |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 12 Maret 2026 Lengkap : Sagitarius Happy, Capricorn Perlu Adaptasi |
|
|---|
| Eko Suwanto Dukung Peningkatan Sarana Prasarana Bagi Jaga Warga Bantu Wujudkan Trantibumlinmas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gelombang-laut-tinggi-sebabkan-hasil-melaut-nelayan-gunungkidul-minim.jpg)