Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Pilih Tak Melaut

Kelompok Nelayan Pantai Baron, Mardi mengatakaan gelombang tinggi terpantau terjadi sejak Jumat pagi.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
GELOMBANG TINGGI: Foto dok ilustrasi. Nelayan Pantai Baron, Gunungkidul tampak bersantai di atas perahunya, Kamis (05/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Para nelayan di Kabupaten Gunungkidul memilih tidak melaut imbas gelombang tinggi dan cuaca buruk yang terjadi di perairan DIY, pada Jumat (20/6/2025).

Kelompok Nelayan Pantai Baron, Mardi mengatakaan gelombang tinggi terpantau terjadi sejak Jumat pagi. Adapun, ketinggian gelombang laut mencapai 4 meteran.

"Gelombang tinggi terjadi baru pagi tadi. Jadi, hari ini sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Kalau kemarin kami masih aktif cari ikan, karena gelombang laut masih normal," ucapnya saat dikonfirmasi pada Jumat (20/6/2025).

Dia menambahkan para nelayan tidak berani melaut karena kondisi di tengah berbahaya untuk aktivitas pelayaran.

"Selain gelombang tinggi, juga anginnya kencang sekali, kalau untuk jenis kapal kecil seperti ini berbahaya," ucapnya.

Tak hanya berbahaya,  kata dia, saat kondisi cuaca buruk hasil tangkapan biasanya pun cenderung lebih sulit. Bahkan beberapa nelayan yang nekat melaut, bisa pulang dengan tangan kosong.

"Kalau sudah cuaca seperti ini, biasanya nelayan lebih memilih tidak melaut. Selain berbahaya, biasanya ikan juga sedikit ketika ada badai seperti ini," tuturnya.

Saat libur melaut, Mardi mengatakan biasanya para nelayan akan beralih aktivitas ke kegiatan lain, seperti bertani hingga berdagang.

"Kebanyakan di sini, selain menjadi nelayan banyak juga yang  bekerja  sebagai petani dan pedagang. Jadi, kalau tidak melaut ya kerjain itu. Kalau tidak ada juga yang benerin jaring atau melakukan hobi yang lain," papar dia.

Sebelumnya, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono mengatakaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  mengeluarkan peringatan dini cuaca dan kondisi laut untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlaku selama 24 jam pada Jumat, 20 Juni 2025.

"Dari imbauan BMKG, kenaikan gelombang laut di Pantai Gunungkidul pada hari ini mencapai antara 2,5 hingga 4,0 meter. Diperkirakan kondisi ini akan berlangsung sampai 24 Juni 2025 mendatang," tuturnya.

Ia melanjutkan untuk gelombang laut ini termasuk tergolong tinggi dan cukup berbahaya bagi aktivitas di laut, termasuk wisatawan maupun nelayan.

"Maka kami imbau pengunjung untuk berhati-hati dan patuhi imbauan petugas di titik-titik pantai. Kemudian, untuk nelayan walaupun kenaikan ini masih bisa melaut tetapi kami imbau tetap berhati-hati, dan jikapun harus melaut tetap memakai baju pelampung atau life jacket," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi memgatakan pihaknya sudah memberikan warning kepada nelayan lebih baik tidak melaut saat gelombang tinggi terjadi.

"Selain gombang tinggi, kecepatan angin juga besar berkisar 8-30 knot sehingga beresiko terhadap keselamatan terutama bagi pelayaran atau melaut," urainya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved