Berita Video
Kim Jong-un Perintahkan Peningkatan Produksi Senjata Perang Modern
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan perintah untuk memperluas produksi persenjataan dalam rangka memenuhi kebutuhan peperangan modern.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan perintah untuk memperluas produksi persenjataan dalam rangka memenuhi kebutuhan peperangan modern.
Hal itu disampaikan Kim Jong Un saat memeriksa pabrik-pabrik industri militer sebagaimana yang diberitakan media pemerintah KCNA pada hari Sabtu lalu.
Dalam kunjungan tersebut Kim Jong Un sempat memeriksa instalasi pembuatan senjata dan perakitan, serta meminta laporan jumlah peluru yang sudah diproduksi pada paruh pertama tahun 2025 ini.
Dalam pernyataannya, Kim Jong un menekankan pentingnya memperkuat kapasitas produksi persenjataan dan pesawat tanpa awak yang bisa menjawab berbagai tantangan pada era perang modern dewasa ini.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, Korea Utara terus menggenjot penguatan kekuatan militer mereka setelah dilakukannya kerjasama militer dengan Rusia.
Kerjasama tersebut dilakukan melalui transfer teknologi, dengan imbal balik berupa bantuan personel militer dalam perang Rusia melawan Ukraina.
Terbaru, Korea Utara berencana mengirim ribuan pekerja konstruksi militer dan penjinak ranjau untuk mendukung pekerjaan rekonstruksi di wilayah Kursk Rusia.
Informasi tersebut diperoleh pasca kunjungan satu hari Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu ke Pyongyang.
Kantor berita Rusia RIA Novosti dalam laporannya hari Selasa 17 Juni 2025 kemarin merinci, akan ada 1000 penyapu ranjau dari korea utara, dan 5000 pekerja konstruksi militer yang akan membantu untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat perang.
Adapun hubungan mesra antara Korea Utara dan Rusia ini telah menimbulkan kekhawatiran sejumlah negara termasuk AS, Korea Selatan, dan mitra-mitra mereka.
Pihak barat menuding Rusia telah memberikan teknologi canggih yang dibutuhkan Korea Utara untuk meningkatkan program nuklir dan misilnya.
Kedua negara, yang sama-sama berkonfrontasi dengan AS dan sekutu-sekutunya ini telah menjalin kerjasama yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan pada tahun 2024, Kim Jong un dan Vladimir Putin telah menandatangani perjanjian pertahanan penting yang mengharuskan masing-masing pihak untuk memberikan bantuan jika pihak lain diserang. (*)
| Iran Pulihkan Sistem Pertahanan Udara Dengan Persenjataan Tiongkok, Siap Hadapi AS Israel |
|
|---|
| Warga Israel Bela Palestina & Marah Warga Gaza Kelaparan Hingga Mati, Desak IDF Hentikan Perang |
|
|---|
| Lahan Sultan Ground Seluas 320.000 Meter Persegi Disewa Untuk Tol dengan Tarif Rp160 Miliar |
|
|---|
| Terima Suap, Ex Pengusaha China Dimiskinkan Negara, Hak Politik Dicabut |
|
|---|
| Donald Trump Sebut Kesepakatan Tarif Impor Ekspor Dengan Indonesia Kemenangan Besar |
|
|---|