Alasan Tijjani Reijnders Begitu Dibutuhkan Manchester City

Manchester City menyelesaikan perekrutan gelandang Belanda Tijjani Reijnders dari AC Milan dengan kontrak berdurasi lima tahun.

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
mancity.com
DEAL TRANSFER: Manchester City mengumumkan perekrutan Tijjani Reijnders dengan kontrak berdurasi lima tahun dari AC Milan. 

Itu karena kemampuan Reijnders untuk menembus garis dengan umpannya di area menyerang lapangan sesuatu yang membuat De Bruyne menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Inggris.

Reijnders, 26 tahun, lebih sering menembus garis pertahanan lawan dengan satu umpan (47) daripada pemain lain di Serie A pada 2024/25. 

Reijnder juga menempati peringkat ketujuh untuk jumlah kali ia menembus garis tengah lawan, dengan 147 kali.

Reijnder menembus dua garis tekanan lawan dengan satu umpan sebanyak 26 kali terbanyak ketiga di antara pemain non-bek di liga utama Italia.

Bahkan menembus tiga garis pada tiga kesempatan, yang juga merupakan yang ketiga terbanyak di liga.

Jelas, ia memiliki insting untuk melakukan umpan yang membelah pertahanan, tetapi ketika ia menembus garis pertahanan lawan, umpannya umumnya tidak langsung menghasilkan peluang.

Dari 229 umpannya yang menembus garis pertahanan selama musim yang baru saja berlalu, hanya 10 yang secara langsung menciptakan peluang bagi rekan setimnya (4,4 persen).

Seperti yang ditunjukkan grafik di bawah, umpannya yang menembus garis pertahanan cenderung bergerak dari dalam ke luar dari posisi tengah ke arah sayap daripada ke arah gawang. 

Reijnders juga menjadi pengumpan bola ke kotak penalti. 

Ia mencetak 10 gol liga pada musim 2024/25, yang sejauh ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang kariernya, dan hanya satu gelandang tengah lain di Serie A yang dapat menyamainya. 

Pemain tersebut adalah Scott McTominay, dan ia hanya menyalip Reijnders dengan torehan lima gol dalam tiga pertandingan pada bulan April saat ia membawa Napoli meraih gelar juara.

Reijnders mirip dengan McTominay dalam hal cara ia menerobos kotak penalti dengan berlari dari dalam, sementara ia juga senang berlari melewati penyerang di belakang lawan. 

Total 77 tembakannya pada 2024/25, terbanyak ke-10 di antara semua pemain di Serie A dan terbanyak di antara semua non-striker, menunjukkan seberapa sering ia berada dalam posisi untuk mengancam gawang lawan. (iwe)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved