Viral Warga Sleman Tulis Surat Lompat dari Jembatan Kretek Bantul, Ditemukan Sehat di Warung Soto

Isi surat itu berpesan permintaan tolong agar yang membaca surat itu memberi tahu keluarganya bahwa si penulis surat sengaja lompat dari jembatan

Tayang: | Diperbarui:
Dok. Tim SAR
TERNYATA SEHAT: Seorang penulis surat berisi pengakuan dirinya telah melompat dari jembatan Kretek yakni OIB, warga Sleman, berjalan di depan mobil Polsek Kretek, Senin (9/6/2025). Ia ditemukan sehat di warung soto. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Baru-baru ini, warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, digegerkan dengan adanya kabar dugaan bunuh diri dari Jembatan Kretek

Kabar itu mencuat usai ditemukaannya satu unit sepeda motor Shogun biru nomor polisi AB 3347 TT dan meninggalkan selembar kertas di lokasi tersebut pada Minggu (8/6/2025).

Selembar kertas itu berisi nama inisial OIB, warga Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY.

Isi surat itu berpesan permintaan tolong agar pihak yang membaca surat itu memberi tahu keluarganya bahwa si penulis surat sengaja lompat dari jembatan.

"Tolong yang membaca surat ini beritahu keluarga saya. Saya sengaja lompat dari jembatan ini. Saya sudah tidak layak hidup. Tolong yang baca ini panggil tim SAR buat nemuin jasad saya," katanya dalam surat yang beredar tersebut, dikutip Tribunjogja.com, Senin (9/6/2025).

Bahkan di akhir pesan, penulis surat membubuhkan empat nomor WhatsApp keluarganya.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama SAR sudah menghubungi pihak keluarga korban dan telah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kejanggalan

"Namun, hasilnya terdapat kejanggalan. Dari keterangan para pembancing di bawah jembatan atau di TKP, tidak mendengar suara orang terjun ke air sungai," ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, dari hasil olah TKP ada saksi yang melihat korban berjalan di atas jembatan arah ke selatan.

Selanjutnya, Senin (9/6/2025) sekira pukul 10.00 WIB, yang bersangkutan sudah ditemukan dalam keadaan sehat di warung soto.

Usut punya usut, OIB ternyata pasien rutin poli kejiwaan di salah satu rumah sakit di DIY.

"Sampai saat ini, kami masih mendalami alasan yang bersangutan melakukan perbuatannya," tutup Jeffry.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved