Jelang Idul Adha, Harga Buah Kelapa di Bantul Alami Kenaikan
Menjelang Idul Adha 2025, penjualan buah kelapa di Kabupaten Bantul meningkat.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang Idul Adha 2025, penjualan buah kelapa di Kabupaten Bantul meningkat. Demikian pula dengan harga jualnya, yang ikut mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu penjual kelapa di Pasar Bantul, Marsih (45), menyampaikan, menjelang Idul Adha ini, penjualan buah kelapa mengalami kenaikan.
Dalam sehari, Marsih bisa menjual sekitar 100 - 110 buah kelapa per hari.
Penjualan itu meningkat dibandingkan pada hari biasa yang hanya berkisar 80 butir.
"Kalau untuk harganya ya naik sedikit. Saya kan jualnya per gulung ya, per butir buah kelapa. Ya satu butirnya gulungan atau belum dikupas sekarang Rp15 ribu sampai Rp17 ribu. Sebenarnya, harga kelapa ini lebih rendah dari pada Idul Fitri kemarin, tapi lebih meningkat dari pada hari biasa," ucapnya, Kamis (5/6/2025).
Disampaikannya, harga penjualan satu butir buah kelapa yang belum dikupas saat Idulfitri 2025 lalu, sempat mencapai Rp20 ribu.
Sedangkan, untuk harga jual satu butir kelapa yang belum dikupas saat hari biasa hanya Rp13 ribu sampai Rp15 ribu.
"Harga buah kelapa ini naik karena pohon kelapanya itu pada rusak. Jadi, buahnya itu berkurang terus yang mencari buah kelapa itu hanya dapat sedikit buah kelapanya. Sedangkan permintaanya banyak, makanya harganya naik," tutur Marsih.
Baca juga: Pemkab Klaten Salurkan 52 Hewan Kurban untuk Takmir Masjid hingga Pasukan Orange
Senada, penjual buah kelapa lain di Pasar Bantul, Kliyem (67), mengaku mengalami peningkatan penjualan buah kelapa.
Menjelang Idul Adha ini, pihaknya mampu menjual sekitar 100 butir kelapa per hari, sedangkan hari biasa sekitar 80 per hari.
"Untuk harga jual, ya enggak beda dengan Bu Marsih. Sama saja," tutur dia.
Pedagang lainnya, Eni Nur Wahyuni (42) mengakui menjelang momen Idul Adha ini, banyak warga yang membeli santan dan buah kelapa parut di tempatnya.
"Biasanya kan jam 11.00 WIB, baru tutup. Nah ini, jam 09.00 WIB kurang saja sudah habis. Padahal tadi bawa sekitar 200 lebih butir kelapa. Jadi ini mau ambil stok kelapa lagi," ucapnya.
"Saya jualnya santan campuran. Jadi santan kelapa murni dicampur sama air sedikit. Kalau jual santan murni saja, ya say enggak berani, karena harganya pasti mahal. Kasihan pelanggannya," jelas dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha, berujar, buah kelapa semakin banyak diminati saat menjelang Idul Adha, dikarenakan banyak masakan-masakan yang mengandung santan.
"Dan untuk harga kelapa, selama satu minggu ini cenderung stabil. Harga naik itu kan hanya di minggu-minggu lalu," tandasnya.(nei)
| Fakta-fakta Meninggalnya Driver Online di Gedongtengen Jogja: Identitas dan Dugaan Penyebab Kematian |
|
|---|
| Menilik Eksistensi Coffee Maritim Dekat Jembatan Kretek 2 Bantul |
|
|---|
| Persiapan Pilur 2026, Disdukcapil Bantul Siap Beri Data Agregat Kependudukan Jika Diminta |
|
|---|
| Asik Main Air, Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Parangkusumo Bantul |
|
|---|
| Kronologi Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Parangkusumo Bantul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jelang-Idul-Adha-Harga-Buah-Kelapa-di-Bantul-Alami-Kenaikan.jpg)