Bupati Klaten Minta Pembagian Daging Kurban Pakai Besek

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo mengimbau agar hewan-hewan kurban tersebut disembelih atau dipotong dengan mengikuti syariat Islam.

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Dewi Rukmini
IDUL ADHA : Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, saat ditemui usai penyerahan hewan kurban di Pendopo Kabupaten Klaten, Kamis (5/6/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Umat Muslim di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akan menyembelih hewan kurban dalam perayaan Iduladha 1446 Hijriyah yang jatuh pada Jumat (6/6/2025).

Para panitia penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diminta agar memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih. 

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, juga mengimbau agar hewan-hewan kurban tersebut disembelih atau dipotong dengan mengikuti syariat Islam.

Mulai dari memastikan hewan kurban tidak cacat, giginya sudah tanggal, dan sudah berumur 2 tahun.

Hingga melakukan penyembelihan menggunakan pisau tajam secara cepat dan tepat memotong saluran nafas, makanan, serta pembuluh darah di leher hewan. 

"Selain itu, sebisa mungkin dan kalau bisa saat daging kurban dibagikan kepada masyarakat jangan menggunakan plastik. Untuk menghindari menjadi berbahaya. Kalau bisa pakai besek," kata Hamenang kepada Tribunjogja.com, Kamis (5/6/2025). 

Terkait cara membersihkan jeroan hewan kurban.

Baca juga: Balai Kota Magelang Raih Sertifikasi Hijau dari Kementerian ESDM dan Inggris

Hamenang meminta masyarakat tidak mencuci jeroan atau organ dalam hewan kurban di sungai. Sebab, hal itu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten, Srihadi, menyampaikan telah membuat surat edaran terkait pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban di Kota Bersinar.

Dikatakan, surat edaran itu telah disampaikan kepada organisasi keagamaan maupun panitia Iduladha yang berada seluruh wilayah Kabupaten Klaten. 

"Poin-poin yang kami sampaikan dalam melaksanakan Salat Ied dimohon tidak meninggalkan sampah (semisal koran atau plastik untuk alas salat). Kemudian, kami juga meminta panitia hari raya Iduladha tidak membuang limbah hasil penyembelihan atau mencuci jeroan ke sungai," ujarnya. 

Pihaknya menyarankan panitia kurban agar membuat lubang di tanah untuk menimbun limbah hasil penyembelihan semisal darah dan kotoran hewan.

Adapun terkait pembagian daging hewan kurban, pihaknya berharap panitia kurban tidak memakai plastik sekali pakai.

"Bisa menggunakan wadah sendiri atau dari bahan organik, semisal daun pisang, daun jati, maupun menggunakan besek. Himbauan itu sudah kami sampaikan semua. Mudah-mudahan pada Hari Raya Kurban kita bisa fokus beribadah, berkurban, dan menggurangi sampah plastik," tutup dia. (drm)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved