Dear Warga Sleman, Waspadai Penipuan Berkedok Aktivasi IKD!
Disdukcapil Kabupaten Sleman tidak pernah menghubungi warga secara pribadi untuk layanan aktivasi IKD.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kedok penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Imbauan ini disampaikan seiring maraknya warga yang mengadu dihubungi nomor tak dikenal mengatasnamakan petugas Disdukcapil untuk aktivasi IKD. Namun, hal itu ternyata ujungnya meminta data pribadi yang rentan disalahgunakan.
Kepala Bidang Pengolahan Infomasi, Administrasi Kependudukan dan Kepemanfaatan Data, Disdukcapil Sleman Suryo Adi Dwi Kurnianto mengatakan Disdukcapil Kabupaten Sleman tidak pernah menghubungi warga secara pribadi untuk layanan aktivasi IKD.
Semua proses layanan ini menurut dia dilakukan secara offline atau tatap muka. Baik di Kantor Disdukcapil maupun kegiatan jemput bola yang resmi dilaksanakan di tingkat Kalurahan maupun Kapanewon.
"Masyarakat waspada dan hati-hati. Karena banyak oknum yang menghubungi melalui WA untuk aktivasi IKD. Jika diarahan buat klik link jangan diklik, abaikan saja," kata Suryo, Rabu (4/6/2025)
Menurut dia, beberapa pekan belakangan ini, sudah ada beberapa orang yang konfirmasi ke Disdukcapil maupun kepada dirinya yang menanyakan kebenaran informasi karena dihubungi seseorang yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil untuk aktivasi IKD.
Modusnya, semula hanya memberikan informasi kepada masyarakat agar datang ke Kapanewon atau Kantor Disdukcapil pada jam tertentu untuk pelayanan aktivasi IKD. Namun, jika pesan tersebut ditanggapi, masyarakat akan diarahkan untuk mengklik link tertentu.
Link tersebut diduga jebakan phishing. Jika diklik maka data pribadi bisa jebol. Serangan phishing dapat menyebabkan pencurian data pribadi, pencurian identitas, kerugian keuangan, dan bahkan infeksi malware atau ransomware.
Karena itu warga diimbau jangan asal klik dan tetap waspada karena penipuan berkedok aktivasi IKD ini mulai marak terjadi.
"Kalau jumlah laporannya berapa, kami tidak punya datanya. Tapi beberapa minggu ini memang marak. Sudah ada sekitar 2-3 orang yang datang karena itu. Mereka datang untuk konfimasi," katanya.
Lebih lanjut, Suryo menjelaskan, Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi dari Kementerian Dalam Negeri berdasarkan Permendagri Nomor 72 Tahun 2022. Identitas ini adalah bentuk digital dari KTP elektronik yang dapat diakses melalui gawai.
Selain memuat data KTP, dokumen yang terintegrasi dengan teknologi ini juga menyajikan dokumen lain seperti Kartu Keluarga (KK) akta lahir, hingga akta kematian.
Pemerintah menargetkan di tahun 2025 ini, IKD dapat mencakup 20 persen dari jumlah pemilik e-KTP. Nah di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Kabupaten Sleman menjadi daerah prioritas dari program tersebut.
Namun ditengah jalannya program, ternyata muncul oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan kesempatan untuk berbuat penipuan. Modusnya dengan menghubungi warga yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil dan menawarkan bantuan aktivasi IKD.
"Cara mengindarinya, abaikan telfon atau whatsapp anjuran aktivitas IKD.Jangan klik link atau tautan yang diberikan. Konfirmasi ke Disdukcapil Kabupaten Sleman. Simpan dengan baik data pribadi seperti nama, tempat tanggal lahir, dan nama orang tua," ujar dia.(*)
| Soal Wacana Satu Hari WFH Setelah Lebaran, Pemkab Bantul Masih Tunggu Arahan Pusat |
|
|---|
| Arus Balik via Gerbang Tol Purwomartani Mulai Padat |
|
|---|
| Puncak Kunjungan Tebing Breksi Tembus 2.000 Wisatawan saat Libur Lebaran |
|
|---|
| Sate Kelinci di Kaliurang Bikin Wisatawan Ketagihan |
|
|---|
| Antrean Kendaraan Maksimal 1,5 Km, Wisatawan Mulai Keluar Masuk DIY via Tempel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dear-Warga-Sleman-Waspadai-Penipuan-Berkedok-Aktivasi-IKD.jpg)