FC Barcelona

Kisah Barca Era Hansi Flick: Juara Piala Super Spanyol, Copa del Rey, Laliga Spanyol

Barça telah memenangkan gelar liga ke-28, Copa del Rey ke-32, dan Piala Super Spanyol

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
fcbarcelona.com
JUARA LALIGA: Trio penyerang FC Barcelona merayakan kemenangan setelah menyegel trofi juara Laliga Spanyol 2024/2025. 

Tribunjogja.com --- Perjalanan FC Barcelona musim liga 2024/25 dimulai pada 15 Agustus hingga 272 ​​hari kemudian gelar juara Laliga Spanyol telah dikunci Blugrana asuhan Hansi Flick

Blaugrana telah mengklaim gelar liga ke-28 mereka setelah menang melawan Espanyol, dan itu pantas saja jika melihat karakter hebat dan gaya sepak bola menyerang era Hansi Flick

Hasilnya mahkota La Liga Spnyol kini dapat ditambahkan ke Piala Super Spanyol dan Copa del Rey untuk melengkapi treble domestik yang unik.

Sejak awal musim, Barca menunjukkan cara bermain yang berbeda dari identitas tiki-taka Barca selama ini.

Dan sosok di balik semua ini sejak hari pertama berasal dari Jerman yang sudah memaksimalkan pemain terbaiknya untuk merebut kembali gelar liga.

1. Hansi Flick

Hansi Flick datang ke FC Barcelona pada bulan Mei 2024 dengan tantangan besar di depannya. Ia mewarisi skuad muda dan berbakat tetapi kurang berpengalaman.

Hanya dalam beberapa minggu, sang pelatih mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari skuadnya. 

Para pemain dengan cepat menerima visinya dan sang pelatih dengan cepat menemukan cara untuk menyatukan antusiasme muda dan pengalaman para anggota skuad yang lebih tua untuk menghasilkan formula kemenangan.

2. Gaya Permainan

Musim ini, Barça memiliki identitas yang jelas, untuk menang dan melakukannya dengan cara yang menghibur. 

Tim yang dinamis, tidak terduga, tidak pernah menyerah, menang atau kalah, meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. 

Pendekatan menyerang yang telah menghasilkan 96 gol sejauh ini di La Liga.

Flick telah menciptakan sebuah sistem di mana bola menjadi tokoh kunci. 

Bukan penguasaan bola semata tetapi bola sebagai titik awal untuk perjalanan menuju gawang. 

Skuad ini telah menjadi serba bisa dalam bentuk serangannya: bola mati, melebar, di tengah, dalam serangan balik, atau membangun serangan secara perlahan.

Bakat individu juga berperan dengan Robert Lewandowski yang menyumbang 25 gol, Raphinha 18 gol di musim terbaiknya sebagai pemain Barça, dan 8 gol dari Lamine Yamal, bakat generasi ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved