Kejar-kejaran Petugas dan Pengamen di Klaten, Ada yang Kabur Loncat dari Mobil
Sebanyak 14 pengamen dan pengemis jalanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dirazia tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri, Disso
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Meski begitu, banyak juga yang memilih berangkat dari daerah asal menuju tempat mangkal di Kabupaten Klaten setiap hari atau ngelaju pulang pergi.
"Seperti yang dari Yogyakarta, Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo itu nglaju. Jadi mereka setiap hari pulang-pergi. Ada yang tiap pagi datang dan sorenya pulang," ujarnya.
Lebih lanjut, Sulamto mengungkapkan bahwa para pengamen dan pengemis itu mendapatkan hasil yang memang menggiurkan setiap hari.
Mengingat jika mangkal di tempat ramai, mereka bisa mengantongi Rp300-400 ribu per hari.
Adapun jika mangkal di tempat sepi, mereka biasa mendapatkan minimal Rp150 ribu per hari.
"Yang profesinya manusia silver itu bisa dapat Rp300-400 ribu per hari. Dia mangkal di Prambanan yang sering ramai pengendara. Kalau yang tempat sepi semisal di depan Polsek Jogonalan dan Pabrik Gula Gondang biasa dapat Rp150 ribu per hari," tuturnya.
Sulamto menyebut operasi serupa ke depan akan digelar rutin untuk mencegah kenakalan jalanan sehingga tercipta situasi aman dan kondusif di Kabupaten Klaten.
Adapun, belasan pengamen dan pengemis jalanan itu lantas diserahkan ke Rumah Singgah Dissos P3APPKB Kabupaten Klaten untuk assesment dan dilakukan pembinaan. (drm)
| Akhir Pelarian WNA 'Punk' Asal Jerman di Jogja, Kedapatan Ngamen dan Bakal Dideportasi |
|
|---|
| Tim MPGV Universitas Ahmad Dahlan Bekali Guru SMK Kompetensi Pembelajaran PBML |
|
|---|
| Klaten International Cycling Festival 2026: Delegasi 40 Negara Siap Berlaga di Candi Prambanan |
|
|---|
| Alasan Bupati Hamenang Belum Terapkan Kebijakan WFH Bagi ASN di Klaten |
|
|---|
| Pak Kades Semangkak Klaten Terseret Kasus Korupsi Pembangunan Masjid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/KEJAR-KEJARAN-PGOT-DENGAN-SATPOL-PP-KLATEN.jpg)