Kejar-kejaran Petugas dan Pengamen di Klaten, Ada yang Kabur Loncat dari Mobil

Sebanyak 14 pengamen dan pengemis jalanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dirazia tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri, Disso

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/IST
Petugas Tim Gabungan Satpol PP, TNI, Polri, Dissos P3APPKB, dan Badan Kesbangpol saat melaksanakan operasi penertiban PGOT, Selasa (29/4/2025). 

Meski begitu, banyak juga yang memilih berangkat dari daerah asal menuju tempat mangkal di Kabupaten Klaten setiap hari atau ngelaju pulang pergi. 


"Seperti yang dari Yogyakarta, Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo itu nglaju. Jadi mereka setiap hari pulang-pergi. Ada yang tiap pagi datang dan sorenya pulang," ujarnya.


Lebih lanjut, Sulamto mengungkapkan bahwa para pengamen dan pengemis itu mendapatkan hasil yang memang menggiurkan setiap hari.

Mengingat jika mangkal di tempat ramai, mereka bisa mengantongi Rp300-400 ribu per hari.

Adapun jika mangkal di tempat sepi, mereka biasa mendapatkan minimal Rp150 ribu per hari. 


"Yang profesinya manusia silver itu bisa dapat Rp300-400 ribu per hari. Dia mangkal di Prambanan yang sering ramai pengendara. Kalau yang tempat sepi semisal di depan Polsek Jogonalan dan Pabrik Gula Gondang biasa dapat Rp150 ribu per hari," tuturnya.


Sulamto menyebut operasi serupa ke depan akan digelar rutin untuk mencegah kenakalan jalanan sehingga tercipta situasi aman dan kondusif di Kabupaten Klaten


Adapun, belasan pengamen dan pengemis jalanan itu lantas diserahkan ke Rumah Singgah Dissos P3APPKB Kabupaten Klaten untuk assesment dan dilakukan pembinaan. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved