Songsong Hari Bumi 2025, Kankemenag Kulon Progo Laksanakan Program Tanam 1 Juta Pohon Matoa

Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo meluncurkan program Tanam 1 Juta Pohon Matoa

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Humas Pemkab Kulon Progo
PENANAMAN POHON : Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil (kiri) menanam pohon Matoa secara simbolis di halaman MAN 2 Kulon Progo, Selasa (22/04/2025). Tampak Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko (kanan) mendampingi proses penanaman. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo meluncurkan program Tanam 1 Juta Pohon Matoa pada Selasa (22/04/2025).

Penanaman secara simbolis berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulon Progo, Kapanewon Wates.

Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil mengatakan program tersebut merupakan arahan dari Kemenag RI. Terutama dari Menag Nazaruddin Umar.

"Gerakan tersebut merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama Nazaruddin Umar, yaitu penguatan ekoteologi," jelas Wahib memberikan keterangannya.

Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa juga dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025. Adapun di Kulon Progo sendiri akan ada lebih dari 5 ribu bibit pohon Matoa yang akan ditanam.

Pohon Matoa dipilih karena menjadi simbol ketangguhan. Selain itu pohon tersebut cocok tumbuh di daerah tropis, mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, menghasilkan oksigen, mencegah erosi, bahkan memperbaiki kualitas tanah.

Baca juga: Berangkat ke Tanah Suci Mei 2025, Calon Haji Tertua di DIY Berusia 95 Tahun

"Pohon Matoa menyimpan filosofi dan potensi besar dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Wahib.

Pelaksanaan Tanam 1 Juta Pohon Matoa di Kulon Progo melibatkan berbagai unsur dari pemerintah hingga masyarakat. Termasuk dari instansi pendidikan dan pelajar.

Wahib pun menilai gerakan ini juga menjadi wujud dari ajaran agama dalam melestarikan lingkungan. Salah satunya menjaga hubungan manusia dengan manusia lain, dengan alam semesta, dan dengan Tuhan.

"Sebab hubungan agama harus diselaraskan," katanya.

Penanaman pohon Matoa di MAN 2 Kulon Progo turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Ia mengapresiasi gerakan tersebut sebagai upaya pelestarian alam.

Menurutnya, gerakan seperti itu memerlukan kepedulian dan peran serta dari semua pihak. Ia pun berharap gerakan tersebut akan menjamin masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

"Mencintai lingkungan adalah wujud kepedulian terhadap anak cucu kita," kata Ambar.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved