Berita Viral

VIRAL Gendam Digital di WiFi Publik: Bahaya Pineapple Attack dengan IP 172.16.42.x

Media sosial tengah diramaikan oleh unggahan viral mengenai bahaya menggunakan WiFi publik dengan IP address 172.16.42.x.

|
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
freepik
ILUSTRASI WIFI: VIRAL Gendam Digital di WiFi Publik: Bahaya Pineapple Attack dengan IP 172.16.42.x 

TRIBUNJOGJA.COM - Media sosial tengah diramaikan oleh unggahan viral mengenai bahaya menggunakan WiFi publik dengan IP address 172.16.42.x.

Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun X @an*** pada Kamis (3/4/2025), dan telah ditonton hingga tiga juta kali per Senin (7/4/2025).

“FYI: Kalau kamu konek wifi publik dan dapat IP dengan awalan 172.16.42.x, kemungkinan besar kamu lagi kena ‘gendam digital’ Pineapple Attack,” tulis akun tersebut.

Lantas, benarkah terkoneksi ke WiFi publik dengan alamat IP tersebut dapat membuat perangkat menjadi korban serangan siber?

1. Apa Itu "Gendam Digital" dan Pineapple Attack?

Pakar keamanan siber Pratama Dahlian Persadha menjelaskan bahwa istilah “gendam digital” merupakan metafora lokal yang menggambarkan upaya manipulatif dan merugikan secara digital. Perangkat pengguna bisa terhubung ke jaringan palsu tanpa disadari, sehingga rawan disusupi data.

“Pengguna dapat kehilangan kendali atas perangkat atau datanya tanpa menyadarinya,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (6/4/2025).

Salah satu teknik yang dikenal dalam serangan ini adalah Pineapple Attack, yaitu metode menggunakan perangkat bernama WiFi Pineapple alat penetration testing yang umum digunakan oleh profesional keamanan siber, namun sering disalahgunakan oleh peretas.

“Pineapple Attack mengacu pada teknik serangan menggunakan perangkat WiFi Pineapple...,” terang Pratama.

2. Mengapa IP 172.16.42.x Perlu Diwaspadai?

Alamat IP 172.16.42.x merupakan bagian dari private IP address range, umum digunakan dalam jaringan lokal. 

Namun, jika muncul saat terhubung ke WiFi publik, bisa menjadi indikasi bahwa jaringan yang digunakan adalah jaringan palsu atau buatan penyerang.

“Kehadiran IP tersebut saja tidak otomatis berarti pengguna menjadi korban serangan. Ini hanyalah salah satu sinyal yang perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lebih lanjut,” jelas Pratama.

3. Modus Serangan Siber Melalui WiFi Palsu

Beberapa modus serangan yang bisa dilakukan lewat jaringan WiFi palsu di antaranya:

  • Man-in-the-Middle Attack (MITM): Penyerang menyusup di antara komunikasi pengguna dan server, lalu mengubah atau menyisipkan data.
  • Traffic Sniffing: Memantau dan merekam aktivitas internet pengguna secara diam-diam.
  • Phishing & Login Palsu: Meniru situs atau halaman login yang familiar untuk mencuri data pengguna.
  • Session Hijacking: Mencuri cookie sesi untuk mengakses akun tanpa perlu login ulang.
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved