Motor Bebek Lawas: Nostalgia yang Kembali Jadi Tren

Model seperti Honda C70, Astrea, Yamaha Alfa, dan Suzuki RC kembali diminati karena desain klasiknya yang ikonik serta ketangguhan mesinnya. 

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Istimewa
Motor Honda C70 miliki Bagus Yudhistira 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren motor bebek lawas sedang mengalami kebangkitan, terutama di kalangan penggemar otomotif dan kolektor.

Model seperti Honda C70, Astrea, Yamaha Alfa, dan Suzuki RC kembali diminati karena desain klasiknya yang ikonik serta ketangguhan mesinnya. 

Motor-motor ini bukan hanya sekedar alat transportasi, tetapi juga memiliki nilai nostalgia yang tinggi, mengingatkan pada era kejayaan motor bebek di Indonesia pada 1980-an hingga awal 2000-an. 

Salah satu pecinta motor lawas, Bagus Yudhistira (34) mengatakan salah satu model yang menarik perhatiannya adalah Honda C70 MK3 keluaran tahun 1978.

"Saya memilih Honda C70 MK3 karena desainnya yang retro, lucu, dan menarik. Selain itu, harga bahan motor ini dulu cukup terjangkau," ujarnya. 

Kini, motor bebek jadul tersebut semakin sering terlihat di jalan, menandakan popularitasnya yang terus meningkat.

Namun demikian, berburu motor bebek lawas saat ini bisa dikatakan gampang-gampang susah.

Dengan meningkatnya tren motor klasik, permintaan semakin tinggi, membuat harga unit yang masih dalam kondisi baik menjadi lebih mahal dibandingkan beberapa tahun lalu. 

"Untuk mendapatkan motor dengan kondisi cukup baik, kita harus merogoh cuan yang cukup banyak dibandingkan dulu," katanya. 

Meskipun begitu, bagi para pecinta motor klasik, harga bukanlah halangan.

Terlebih suku cadang reproduksi masih mudah ditemukan dengan harga yang relatif murah, namun banyak kolektor dan penggemar lebih memilih suku cadang serta aksesori original karena kualitasnya yang lebih baik. 

"Saya lebih memilih aksesoris dan sparepart original, meskipun lebih mahal, karena kualitasnya jauh lebih baik," tambahnya.

Menurutnya, mengendarai motor bebek lawas memberikan sensasi tersendiri.

Selain kenyamanan dan kualitas mesinnya yang masih mumpuni, motor-motor ini juga sering menjadi pusat perhatian di jalan. 

"Rasanya bangga dan menyenangkan! Selain menarik perhatian, motor bebek lama juga punya kualitas mesin yang sangat baik sehingga nyaman dikendarai," ujar Bagus. 

Honda Astrea dari Garasi Tua Jogja
Honda Astrea dari Garasi Tua Jogja (Dok.Istimewa)

Tidak jarang pengendara motor klasik mendapatkan apresiasi dari sesama pengguna jalan, seperti anggukan kepala atau bahkan acungan jempol saat berhenti di lampu merah. 

"Terkadang saya juga mendapat jempol dari pengendara lain ketika berhenti di lampu merah," bebernya. 

Perkembangan dunia custom motor bebek lawas pun semakin pesat.

Baik motor dua tak maupun empat tak kini memiliki komunitas yang kuat dan aktif. Para modifikator semakin kreatif.   

"Para modifikator sekarang sangat kreatif dan inovatif, baik dari segi striping, cat motor, chrome, hingga perpaduan aksesoris," jelas Bagus. 

Tidak heran jika harga motor yang sudah dimodifikasi bisa melambung tinggi, bahkan dianggap tidak masuk akal oleh sebagian orang.

Bagi para pemula di dunia modifikasi, tren ini justru menjadi inspirasi untuk terus berinovasi dan menyalurkan kreativitas mereka dalam dunia otomotif.

Sebelumnya, Rinda Trisnanta, pemilik Garasi Tua Jogja mengungkapkan bahwa trend motor bebek lawas sangat stabil, condong meningkat dengan tren modifikasi original look atau mengembalikan seperti keluar dari dealer. 

Menurutnya, motor ini banyak diminati karena dari segi bentuknya yang timeless, simpel, mesin bandel dan nyaman dikendarai di segala medan. Terlebih, saat ini part dan aksesorisnya juga masih melimpah.  

“Sampai tahun 2025 ini peminat masih didominasi generasi lama yang dulu pernah mengendarai atau hidup di era honda astrea berjaya,” imbuhnya. 

Terkait modifikasi yang banyak diminati, menurutnya sejauh ini paling banyak yang dipesan adalah original look.

Namun demikian ada beberapa perkembangan menuju japanese style, seperti single seat, kombinasi bracket/keranjang belakang, velg model monoblock dan bagian depan menggunakan windshield ukuran besar.

Menurut, perkembangan medsos juga semakin mempermudah mereka yang ingin mencari motor klasik idaman, begitu juga yang dirasakan oleh para modifikator.  

“Semakin banyak spare part maupun aksesoris yang ori, maka dapat mendongkrak harga motor tersebut, begitu juga yang sudah restorasi harga bisa sangat mahal,” tandasnya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved