Arus Mudik 2025

Pemudik Waspada! Exit Tol Tamanmartani Punya Turunan Curam Lebih dari 45 Derajat

Exit tol ini memiliki turunan curam lebih dari 45 derajat yang berpotensi membahayakan kendaraan, terutama bagi yang tidak terbiasa melewati jalur eks

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
KELUAR TOL: Kendaraan melintas di exit tol Tamanmartani Kalasan Sleman yang telah dibuka fungsional per Senin 24 Maret 2025. Pemudik diimbau tetap waspada dan hati-hati. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemudik yang melintas di Exit Tol Tamanmartani, Kabupaten Sleman, diminta ekstra waspada.

Pasalnya, exit tol ini memiliki turunan curam lebih dari 45 derajat yang berpotensi membahayakan kendaraan, terutama bagi yang tidak terbiasa melewati jalur ekstrem.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wiyos Santoso, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar turut membantu para pemudik yang melintas.

“Keluar dari tol ini harus melewati turunan yang curam karena tidak ada exit tol resmi di situ. Ini sifatnya darurat karena jalan tol yang seharusnya lurus ke jembatan justru dipaksa turun. Kemiringannya lebih dari 45 derajat, sehingga cukup rawan,” ungkap Wiyos.

Dinas Perhubungan DIY telah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi agar pemudik lebih berhati-hati.

Wiyos juga mengimbau pemudik yang tidak terbiasa dengan kondisi jalan menurun tajam agar memilih jalur alternatif melalui jalan kabupaten.

Dibuka secara fungsional

Tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan-Tamanmartani mulai beroperasi secara fungsional pada 24-31 Maret 2025.

Exit Tol Tamanmartani ini dibuka tanpa dilengkapi gerbang tol dan tidak memiliki jalur keluar yang ideal, sehingga kendaraan harus turun dengan kondisi darurat.

Menurut Wiyos, pembukaan exit tol ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Prambanan.

Pemudik yang menuju Magelang diimbau agar tidak masuk ke Kota Yogyakarta dan bisa langsung memilih jalur alternatif ke arah Pakem.

Sementara yang menuju selatan dapat keluar melalui Prambanan menuju Piyungan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub DIY menetapkan kebijakan penutupan jalur jika kemacetan di Exit Tol Tamanmartani mencapai dua kilometer.

Jika terjadi kepadatan panjang, kendaraan akan dialihkan ke Exit Tol Prambanan.

Sebagai catatan, operasional tol ini hanya berlaku dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB untuk kendaraan Golongan I (mobil roda empat).

Saat arus balik Lebaran, tol akan kembali dibuka pada 1-7 April 2025, melayani jalur dari Yogyakarta ke Solo.

Pemudik diminta tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur ini agar perjalanan tetap aman dan lancar.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved