Honda Icon e: Motor Listrik yang Ringkas dan Nyaman untuk Mobilitas Perkotaan 

Honda Icon e: hadir sebagai skuter listrik kompak dengan baterai lithium-ion berkapasitas 30,6 Ah 48V yang dipasang di bagian dek.

Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
dok Astra-Honda.
Honda Icon e: 

TRIBUNJOGJA.COM - Motor listrik semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat urban seiring dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan kebutuhan transportasi yang lebih efisien.  

Dengan keunggulan seperti nol emisi, biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan motor bensin, serta perawatan yang lebih sederhana, kendaraan listrik kini semakin diminati. 

Honda pun turut merespons tren ini dengan menghadirkan Icon e:, skuter listrik yang tidak hanya praktis tetapi juga tetap mempertahankan DNA khas Honda dalam hal kenyamanan dan keandalan.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Honda Icon e: menjadi pilihan motor listrik dengan dimensi ringkas, cocok buat dipakai di perkotaan, namun dengan harga yang murah yakni Rp 28 juta. 

Bicara soal dimensi yang ringkas, Icon e: memiliki panjang 1.796mm, lebar 680mm, dan tinggi 1.085mm. Jarak sumbu rodanya 1.298mm, ground clearance di 132mm, tinggi joknya 742mm, dan berat kosong cuma 89 Kg. 

Honda Icon e:
Honda Icon e: (dok Astra-Honda)

Jika dibandingkan dengan skutik Honda paling murah yakni BeAT, Icon e: lebih pendek, ringkas buat dipakai selap-selip. 

Tinggi jok dan berat kosong Icon e: dan BeAT sama, cuma ground clearance BeAT lebih tinggi (148mm).

Honda Icon e: hadir sebagai skuter listrik kompak dengan baterai lithium-ion berkapasitas 30,6 Ah 48V yang dipasang di bagian dek.

Dengan bobot sekitar 11,4 kg, baterai ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 53 km dalam sekali pengisian penuh, dengan waktu pengecasan dari 0 hingga 100 persen sekitar 7 jam 20 menit.

Pengisian daya bisa dilakukan langsung melalui motor atau dengan melepas baterai dan mencolokkannya ke sumber listrik rumah menggunakan mobile charger.

Untuk sektor performa, Icon e: menggunakan motor listrik model hub-drive dengan tenaga 1,81 kW (setara 2,4 TK) dan torsi puncak 85 Nm.

Kecepatan maksimumnya mencapai 55 km/jam, cukup untuk mobilitas harian di area perkotaan. 

Bergeser ke kaki-kaki, skuter listrik ini menggunakan kombinasi pelek depan 12 inci dengan ban 90/90, sementara bagian belakang memakai pelek 10 inci dengan ban 100/90.

Sistem pengereman mengandalkan cakram di depan dan tromol di belakang, yang dilengkapi dengan Combi Brake System (CBS) untuk meningkatkan kestabilan saat pengereman. 

Suspensi depan menggunakan model teleskopik, sedangkan bagian belakang mengandalkan shockbreaker ganda. Untuk penerangan, semua lampu sudah LED, termasuk lampu utama yang dikelilingi Daytime Running Light (DRL).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved