Rangkuman Pengetahuan Umum
Rangkuman Materi Biologi Kelas 12 Bab 3 Bagian 3: Teori Evolusi Pasca-Darwin
Teori Pasca-Darwin berpendapat bahwa evolusi tidak hanya terjadi karena seleksi alam melainkan juga oleh perubahan generik dalam tubuh makhluk hidup
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA,COM- Setelah mempelajari tentang teori Pra-Darwin, dan Teori Darwin, kini saatnya untuk mengenal teori Pasca-Darwin.
Dilansir dari Kompas.com, Teori Pasca-Darwin merupakan teori sintesis modern yang didasari oleh teori Darwin.
Teori Pasca-Darwin berpendapat bahwa evolusi tidak hanya terjadi karena seleksi alam melainkan juga oleh perubahan generik dalam tubuh makhluk hidup.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang evolusi Pasca-Darwin, yuk simak materi di bawah ini dengan saksama.
Materi dilansir dari buku Biologi yang ditulis oleh Shilviani Dewi, Amalia Shari, Rani Elisa Purba, dan Remigius Gunawan Susilowarno dan diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
a. Teori Evolusi Sintesis
Teori evolusi sintesis merupakan teori evolusi yang menyambungkan teori evolusi Darwin dengan genetika yang kemudian dikaitkan dengan peristiwa mutasi.
Khususnya, peristiwa mutasi yang terjadi tingkat genotip sehingga memengaruhi fenotip yang muncul bukan memunculkan satu variasi baru yang sangat berbeda dari sifat induk.
Teori tersebut didukung oleh para ahli genetika, G.Ledyard Stebbins dan Theodisius Dobszhansky, ahli ilmu hewan Ernst Myr dan Julian Huxley, ahli paleontologi George Gaylond Sipson dan Glenn L, serta ahli genetika matematis Sis Ronald A.Fisher dan Sewall Wright.
Mutasi sendiri merupakan kerusakan yang terjadi untuk alasan yang tidak diketahui dalam mekanisme pewaris sifat makhluk hidup.
Hingga saat ini, hasil pengamatan memperlihatkan bahwa mutasi menghasilkan sebuah kecacatan pada makhluk dan bukan menghasilkan sifat yang menguntungkan.
Meski begitu, dapat disimpulkan bahwa mutasi merupakan salah satu faktor penyebab keanekaragaman makhluk hidup karena dapat mengubah susunan genetik makhluk hidup.
b. Teori Evolusi dalam Krisis
Seorang ahli biokimia dari Australia bernama Prof. Michael Denton menyanggah Darwinisme yang didukung oleh Harun Yahya, menyanggah adanya berbagai bukti dan mekanisme evolusi Darwin.
Berikut mrupakan aspek yang disanggah:
1. Variasi Spesies
Dalam teorinya, Darwin menyatakan bahwa teori variasi spesies merupakan salah satu bukti mekanisme evolusi karena munculnya variasi spesies yang berbeda bahkan mencolok dari variasi induknya.
Pandangan tersebut kemudian ditentang oleh Harun Yahya dengan menyatakan bahwa variasi spesies merupakan hasil kombinasi genetik yang terdapat di dalam populasi dan tidak ada kemunculan spesies baru.
Contohnya, pada variasi reptil yang memiliki ekor panjang namun muncul variasi yang berekor pendek.
Varietas tersebut bukan berarti memunculkan spesies baru, sebab perbedaan-perbedaan tersebut muncul dari kombinasi-kombinasi informasi genetik yang terdapat di gene pool.
Walaupun demikian, kombinasi genetik tersebut tidak mungkin menambahkan organ baru pada reptil, seperti sayap atau bulu sehingga mengubah wujud reptil menjadi burung.
Argumen ini disampaikan oleh Harun Yahya karena sepanjang sejarah kehidupan belum pernah ditemukan fosil peralihan antarspesies.
2. Homologi
Kelompok evolusioner meyakini bahwa kesamaan morfologi merupakan bukti kesatuan nenek moyang dan kedekatan kekerabatan antarspesies.
Namun, argumen tersebut dibantah oleh Harun Yahya dengan penjelasan:
- Organ-organ homolog juga ditemukan pada spesies lain yang sangat berbeda. Akan tetapi, tim evolusionis tidak dapat membuktikan hubungan tersebut.
- Kode-kode genetik beberapa spesies yang homolog seringkali berbeda jauh.
- Perkembangan embrio pada spesies-spesies yang homolog sangat berbeda.
Manusia dan gurita merupakan contoh terjadinya homologi.
Meskipun merupakan spesies yang berbeda, tetapi memiliki morfologi yang sama.
Namun, dalam hal ini, tim evolusionis tidak pernah menyatakan bahwa antara gurita dan manusia memiliki keterkaitan nenek moyang yang dekat.
Berbeda halnya ketika para evolusionis membuat perbandingan antara manusia dan simpanse yang dianggap memiliki kemiripan sangat besar sehingga menyimpulkan bahwa manusia merupakan hasil perkembangan dari simpanse.
Namun, jika dilihat hingga saat ini keberadaan manusia tidak bergantung dengan simpanse, sebab pada kenyataannya kita masih bisa menemukan keberadaan simpanses yang tidak berubah menjadi manusia.
3. Kesamaan Molekuler yang Tidak Sah
Pada pembahasan materi genetik, tentu saja kalian sudah memahami bahwa semakin besar kemiripan tingkat gen antarspesies maka semakin menunjukkan bahwa kekerabatan antar spesiessemakin dekat.
Contoh paling sering diangkat oleh tim evolusionis, yaitu kemiripan materi genetik antara manusia dan simpanse.
Pada tahun 2005, dunia penelitian mengungkapkan bahwa simpanse memiliki kemiripan DNA dengan manusia sebanyak 98 persen.
Persentase yang tinggi tersebut, masih memiliki tingkat perbedaan sekitar 2 persen .
Jika kalian mengingat kembali struktur kromosom dalam materi genetika, maka 2 persen tingkat perbedaan tersebut sesungguhnya memiliki makna yang sangat penting.
Pengertian tentang seberapa berharganya perbedaan 2?pat diibaratkan dengan sebuah buku.
Setiap buku tentu memiliki beberapa BAB.
Dalam genom manusia, BAB ini dianggap kromosom sebagai benang-benang DNA yang dipadatkan serta memuat bagian exon (bagian yang mengkode informasi) dan intron (bagian gen yang tidak memuat informasi).
Pada sebuah BAB buku, bagian ini diibaratkan sebagai paragraf-paragraf yang tersusun atas kalimat sebagai exon dan terdapat spasi sebagai intron pada gen.
Jika kalimat-kalimat pada setiap paragraf berisi kata dan terdiri atas huruf-huruf, demikian pada gen yang tersusun oleh kodon-kodon yang tersusun atas basa nitrogen.
Maka perbedaan 2 % yang terdapat pada materi genetik simpanse dan manusia ternyata menunjukkan perbedaan ribuan hingga jutaan basa nitrogen yang akan mengode protein yang spesifik.
Dengan begitu, kecilnya persentase perbedaan genetik memiliki perbedaan ribuan hingga jutaan basa nitrogen yang akan mengode protein yang spesifik.
Kini, kamu telah mempelajari dan mengetahui secara keseluruhan tentang teori evolusi.
Selamat belajar! ( MG BENEDICTA FAYOLA )
| Penjelasan Lengkap Perbedaan Matcha dan Green Tea : Asal, Cara Penyajian, dan Manfaat Kesehatan |
|
|---|
| Contoh Kata Hubung Tanpa Tanda Koma, Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| 4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia: Gujarat, Persia, Cina, dan Arab |
|
|---|
| 10 CONTOH Idiom Bahasa Inggris yang Sering Digunakan dalam Percakapan |
|
|---|
| Profil Bupati Sleman dari Tahun ke Tahun, Periode 1945-2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Evolusi-makhluk-hidup.jpg)