Berita Video

Buntut Aksi Premanisme Berkedok Ormas, Jagoan Cikiwul Bekasi di Sukabumi Ditangkap Polisi

Polisi menangkap pria yang dijuluki jagoan Cikiwul, Suhada di Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (20/3/2025) malam lalu.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM - Polisi menangkap pria yang dijuluki jagoan Cikiwul, Suhada di Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (20/3/2025) malam lalu.

Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota Kompol Binsar Hatorangan mengatakan  tidak mentolerir aksi premanisme berkedok ormas.

Jagoan Cikiwul Bekasi itu sempat viral setelah aksinya memalak sebuah pabrik diduga untuk meminta Tunjangan Hari Raya (THR).

Insiden itu terjadi di sebuah pabrik di kawasan Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kini, Jagoan Cikiwul Bekasi itu sudah ditangkap. 

Dia sedang menjalani proses pemeriksaan di kantor polisi.

Binsar meminta kepada masyarakat untuk melapor apabila menemukan aksi premanisme berkedok ormas di wilayah Bekasi Kota.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria berbadan gempal yang berdebat dengan seorang sekiriti sebuah pabrik di kawasan Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dari video yang diunggah salah satu akun instagram itu, satu orang yang merupakan wanita yang merekam video itu terlihat cekcok dengan sekuriti karena memaksa untuk bertemu pimpinan pabrik.

Adapun dalam keterangan video disebutkan jika mereka membawa surat yang meminta uang kepada pihak pabrik diduga dalam rangka Tunjangan Hari Raya (THR).

Bahkan, dengan lagak sok jago, pria tersebut mengaku merupakan jagoan di daerah Cikiwul untuk membuat sang sekuriti takut.

Di sana, pria tersebut mengaku menjadi penguasa di daerah tersebut. 

Terkait itu, pihak kepolisian sudah melihat video viral tersebut dan langsung menindaklanjuti. Diketahui, aksi itu terjadi pada Senin (17/3/2025).

Kanit reskrim Polsek Bantargebang Iptu Ahmad mengatakan pria tersebut datang ke perusahaan untuk meminta dana untuk berbagi takjil. 

Namun dana tersebut belum dicairkan pihak perusahaan. 

Meski pihak pabrik belum membuat laporan, namun Ahmad menyebut pihaknya tetap memburu pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan atas perbuatannya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved