Isi Seminar di UAJY, Ganjar Bicara Reformasi dan Pemberantasan Korupsi

Ia mengaku mendukung gagasan pemberantasan korupsi yang pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto secara gegap gempita di dalam forum resmi

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
ANTI KORUPSI: Ganjar Pranowo saat mengisi seminar nasional di yang digagas BEM Fakultas Hukum, Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Auditorium Thomas Aquinas, kampus setempat, Sabtu (15/3/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) didukung Ikatan Alumni Fakultas Hukum UAJY menyelenggarakan seminar nasional di Auditorium Thomas Aquinas kampus setempat, pada Sabtu (15/3/2025).

Seminar yang dihadiri ratusan peserta itu menghadirkan tiga narasumber, satu di antaranya, mantan Gubenur Jawa Tengah dua periode, Ganjar Pranowo

Di dalam seminar yang mengangkat tema perspektif politik Indonesia terhadap optimalisasi gerakan anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sebagai wujud supremasi hukum menuju Indonesia emas 2045 ini, Ganjar berbicara tentang upaya pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi cita-cita reformasi 98.

Menurut dia, agenda reformasi ini telah diupayakan melalui penguatan kelembagaan.

Namun dalam evaluasi perjalanannya, ia menilai cita-cita pemberantasan korupsi di Indonesia hingga saat ini belum tercapai. 

"Artinya effort kita sebagai bangsa dan negara rasanya mesti konsentrasi betul pada pemberantasan korupsi itu, termasuk pencegahannya, termasuk kolusi dan nepotismenya. Itu dalam satu tarikan nafas. Sehingga kalau lembaganya dibenahi, aktornya dibenahi, sistemnya dibenahi rasanya itu akan jauh lebih baik," kata Ganjar. 

Ia mengaku mendukung gagasan pemberantasan korupsi yang pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto secara gegap gempita di dalam forum resmi parleman.

Gagasan itu, menurut Ganjar mesti didukung untuk segera direalisasikan. 

"Kita dukung untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sebenarnya-benarnya dengan mereformasi lembaga yang macet, untuk melaksanakan antikorupsi, anti KKN," ujar Ganjar. 

Mantan Calon Presiden nomor urut 3 itu mengajak para peserta untuk terus mengawal tujuan Indonesia ke depan dengan menggunakan nalar kritis.

Boleh melontarkan kritik, mengingatkan terhadap kebijakan pemerintah, namun jangan dilandasi atas dasar kebencian.

Kritik disampaikan dengan kalimat yang baik, tidak dengan cacian, makian dan sebaiknya dilengkapi data akurat sehingga menghasilkan solusi. 

"Kalian (mahasiswa) sebagai kelompok kritis masih dibutuhkan, atau kita tidak akan pernah sampai pada tujuan Indonesia," ujarnya. 

Ganjar menilai seminar nasional ini sangat bagus sebagai sarana diskusi dan mengembangkan pengetahuan mahasiswa.

Sebab, para generasi penerus bangsa ini perlu belajar dan mengikuti dinamika perkembangan sehingga proses pembelajarannya akan didapat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved