Menhub Tegaskan Belum Ada Izin Operasional untuk Indonesia Airlines

Dudy mengimbau agar media dan pihak terkait melakukan konfirmasi kepada Kemenhub sebelum mengangkat informasi yang belum terverifikasi.

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (kiri) di sela kunjungan bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Rabu (12/3/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa hingga saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menerima pengajuan izin operasi dari maskapai baru, Indonesia Airlines.

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya siaran pers yang menyatakan bahwa maskapai berbasis di Singapura tersebut akan segera beroperasi di Indonesia.

“Saya ingin titip pesan, jika ada pihak yang menyebarkan siaran pers, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada kami. Ini ada yang menyebarkan rilis ke semua media, lalu diberitakan, dan publik langsung bertanya kepada saya. Padahal, sampai detik ini tidak ada surat permohonan izin operasi dari Indonesia Airlines,” ujar Dudy ditemui dalam kunjungannya di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (12/3/2025).

Dudy mengimbau agar media dan pihak terkait melakukan konfirmasi kepada Kemenhub sebelum mengangkat informasi yang belum terverifikasi.

Ia memastikan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk memberikan klarifikasi dalam waktu 24 jam agar publik mendapat informasi yang akurat.

“Karena tidak ada hitam di atas putih, kami tidak bisa menanggapi lebih jauh. Yang bisa kami sampaikan adalah, hingga saat ini belum ada permohonan izin atas nama Indonesia Airlines,” tambahnya.

Baca juga: Lebaran 2025, Kemenhub dan Pemda DIY Integrasikan Teknologi Smart City untuk Pengawasan Lalu Lintas

Sebelumnya, Indonesia Airlines merilis pernyataan bahwa maskapai tersebut akan segera beroperasi sebagai penyedia layanan penerbangan premium.

Dalam keterangan persnya, Chief Executive Officer Indonesia Airlines, Iskandar, menyebutkan bahwa maskapai ini akan menggabungkan kemewahan perjalanan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial.

Dalam pernyataan tersebut, disampaikan bahwa Indonesia Airlines dimiliki oleh Calypte Holding Pte. Ltd., perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dan bergerak di bidang energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian.

Iskandar, pengusaha asal Bireuen, Aceh, yang lahir pada 7 April 1983, menjabat sebagai pendiri sekaligus CEO maskapai ini.

Dalam tahap awal operasionalnya, Indonesia Airlines berencana mengoperasikan 20 pesawat, yang terdiri dari 10 unit Airbus A321neo atau A321LR dan 10 unit pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A350-900 dan Boeing 787-9.

Maskapai ini menargetkan melayani penerbangan ke 48 kota di 30 negara dalam lima tahun pertama. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved