Wisata Jogja

10 Destinasi Wisata Candi di Yogyakarta

Sebagai salah satu pusat peradaban Indonesia di masa lampau, Yogyakarta memiliki banyak candi yang tersebar di beberapa wilayah. 

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
tribunnews.com
Wisata Candi Yogyakarta 

Lokasinya yang strategis membuatnya mudah diakses oleh wisatawan domestik dan internasional.

Candi Borobudur memiliki bentuk stupa yang megah. Jika dilihat dari atas, Candi Borobudur membentuk mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha.

Terdiri dari 10 tingkat yang melambangkan tahapan spiritual dalam ajaran Buddha Mahayana.

Dihiasi dengan 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha, menciptakan pengalaman visual yang memukau.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung keajaiban arsitektur kuno dan mempelajari sejarah serta filosofi Buddha.

Selain itu keindahan relief di candi ini menceritakan kisah-kisah Buddha dan kehidupan masyarakat Jawa kuno.

Bagi umat Buddha, Borobudur adalah tempat ziarah suci.

Setiap tahun, ribuan umat Buddha merayakan Waisak di Borobudur.

Pemandangan matahari terbit dan terbenam di Borobudur sangatlah spektakuler.

Struktur candi yang megah dan relief yang indah menjadi objek foto yang memukau.

Candi ini cocok untuk wisata keluarga dan sekolah, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Terdapat museum di sekitar candi yang menyimpan artefak-artefak bersejarah.

Strukturnya yang unik dan kompleks, tanpa menggunakan perekat semen.

Relief-reliefnya yang detail dan halus, menggambarkan kisah-kisah Buddha dan kehidupan masyarakat Jawa kuno.

Candi ini melambangkan kosmologi Buddha dan tahapan spiritual dalam ajaran Buddha Mahayana.

Setiap tingkatannya memiliki makna filosofis yang mendalam.

Selain candi, terdapat museum, taman wisata, dan desa-desa wisata di sekitarnya.

Berbagai acara budaya dan festival sering diadakan di Borobudur.

Candi Borobudur bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga simbol keagungan budaya dan spiritualitas Indonesia. 


4. Candi Kalasan 

Destinasi Wisata Candi Kalasan
Destinasi Wisata Candi Kalasan

Candi Kalasan adalah salah satu candi Buddha tertua di Yogyakarta.

Candi ini dipersembahkan untuk Dewi Tara.

Dibangun oleh Rakai Panangkaran dari Dinasti Syailendra.

Keberadaan Candi Kalasan berkaitan dengan prasasti batu dari desa Kalasa, yang kemudian dikenal dengan Prasasti Kalasan.

Candi Kalasan memiliki gaya arsitektur candi Buddha dengan langgam Jawa Tengah.

Bentuk kaki dan badan candi berdenah persegi dengan pintu masuk pada tiap sisi.

Pintu utama masuk ke dalam bilik candi berada di sebelah timur.

Candi Kalasan merupakan kompleks bangunan yang terdiri dari bangunan induk yang dikelilingi oleh stupa sebanyak 52 buah yang mengitari batur candi.  

Dinding luar candi ini dulunya dilapisi semacam plesteran yang disebut Bajralepa.

Candi Kalasan memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai candi Buddha tertua di Yogyakarta.

Arsitektur Candi Kalasan yang unik dan indah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Candi Kalasan memiliki suasana yang tenang dan damai, cocok untuk wisatawan yang ingin mencari ketenangan.

Candi Kalasan terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, sehingga wisatawan dapat mengunjungi kedua candi dalam satu waktu.

Candi Kalasan mudah diakses oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Dinding luar candi ini dulunya dilapisi semacam plesteran yang disebut Bajralepa. Bahan organik yang dicampur dengan getah tumbuh-tumbuhan ini berwarna kuning keemasan. Sayangnya, kini lapisan Bajralepa sudah tidak ada lagi.

Candi kalasan memiliki relief-relief yang indah dan detail, yang menggambarkan kisah-kisah dalam agama Buddha.

5. Candi Ijo 

Destinasi Wisata Candi Ijo
Destinasi Wisata Candi Ijo

Terletak di lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko.

Diperkirakan dibangun pada abad ke-10 hingga ke-11 pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Kompleks Candi Ijo terdiri dari 1 Candi Utama dan 3 Candi Perwara yang dihiasi dengan berbagai relief sulur tanaman dan raksasa kerdil.  

Candi Ijo menawarkan pemandangan alam yang sangat indah karena letaknya yang berada di ketinggian. 

Dari candi ini, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Yogyakarta dan landasan pacu Bandara Adisucipto.

Salah satu daya tarik utama Candi Ijo adalah pemandangan matahari terbenam (sunset) yang sangat memukau. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati momen ini.

Candi Ijo merupakan peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya tinggi. 

Pengunjung dapat belajar tentang sejarah dan arsitektur candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Karena letaknya yang berada di perbukitan, Candi Ijo menawarkan suasana yang tenang dan sejuk, jauh dari keramaian kota.

Candi Ijo merupakan candi tertinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta karena letaknya yang berada di ketinggian sekitar 140 meter di atas permukaan laut.

Kompleks candi ini berdiri di lahan berteras-teras, yang menambah keunikan arsitekturnya.

Candi Ijo dihiasi dengan relief sulur tanaman dan raksasa kerdil yang unik dan menarik untuk diamati.

Selain pemandangan kota dan bandara, dari Candi Ijo, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan perbukitan yang hijau dan asri.

6. Candi Plaosan

Destinasi Wisata Candi Plaosan
Destinasi Wisata Candi Plaosan

Candi Plaosan terdiri dari dua kompleks candi, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Raja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Plaosan memiliki arsitektur yang unik, yaitu perpaduan antara gaya Buddha dan Hindu, yang mencerminkan toleransi beragama pada masa itu.

Candi Plaosan memiliki arsitektur yang indah dan detail, dengan ornamen-ornamen yang khas Buddha.

Candi Plaosan tidak seramai Candi Prambanan, sehingga cocok untuk wisatawan yang mencari suasana yang lebih tenang dan damai.

Candi Plaosan memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Plaosan terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan.

Dengan arsitektur yang indah dan latar belakang pemandangan alam yang asri, Candi Plaosan menjadi spot foto yang menarik bagi wisatawan.

Candi Plaosan merupakan perpaduan unik antara arsitektur Buddha dan Hindu, yang menunjukkan toleransi beragama pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama yang "kembar", yang menjadi salah satu daya tarik utama candi ini.

Candi Plaosan memiliki relief-relief yang indah dan detail, yang menggambarkan kisah-kisah Buddha.

Masyarakat sekitar percaya bahwa pasangan yang mengunjungi Candi Plaosan akan memiliki hubungan yang langgeng, sehingga candi ini sering dipilih sebagai lokasi foto pre-wedding.

7. Candi Barong

Destinasi Wisata Candi Barong
Destinasi Wisata Candi Barong

Candi Barong, sebuah candi Hindu yang terletak di Sleman, Yogyakarta, menawarkan pengalaman wisata yang unik dan menarik. 

Candi ini diperkirakan didirikan oleh raja Mataram Kuno pada abad ke-9.

Pada awalnya, candi ini ditemukan oleh bangsa Belanda pada abad ke-20 dalam kondisi runtuh yang kemudian dipugar pada tahun 1979 hingga 1999.

Candi Barong memiliki pemandangan alam yang indah dari atas bukit.

Arsitektur candi yang khas dengan hiasan kala yang menyerupai barong.

Candi Barong terletak di atas bukit, sehingga menawarkan pemandangan alam yang indah dari sekitarnya.

Terutama saat matahari terbenam (sunset), pemandangan dari Candi Barong sangatlah spektakuler.

Hiasan kala pada setiap sisi tubuh candi yang menyerupai barong menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri.

Arsitektur candi yang masih terjaga memberikan gambaran tentang kehidupan dan budaya masa lalu.

Candi Barong tidak seramai candi-candi besar lainnya di Jogja, sehingga cocok bagi wisatawan yang mencari ketenangan.

Suasana yang asri dan udara yang sejuk membuat pengunjung merasa nyaman dan rileks.

Lokasinya yang dekat dengan Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, dan Candi Prambanan memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi beberapa destinasi sekaligus.

8. Candi Sambisari

Destinasi Wisata Candi Sambisari
Destinasi Wisata Candi Sambisari

Candi Sambisari merupakan kompleks percandian Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Candi ini terdiri dari satu candi utama dan tiga candi perwara (pendamping).

Candi ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani bernama Arjo Wiyono.

Para ahli menduga bahwa candi ini terkubur akibat material vulkanik dari letusan Gunung Merapi yang terjadi berabad-abad yang lalu.  

Candi Sambisari memiliki keunikan karena letaknya yang berada sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah. 

Hal ini memberikan pemandangan yang berbeda dari candi-candi lain di Yogyakarta.

Candi ini memberikan wawasan tentang kehidupan masyarakat pada masa Mataram Kuno. Proses penemuan dan pemugaran candi ini juga merupakan cerita yang menarik.

Kompleks candi yang dikelilingi taman yang terawat dengan baik menciptakan suasana yang tenang dan asri, cocok untuk bersantai dan menikmati keindahan candi.

Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta membuat Candi Sambisari mudah dijangkau oleh wisatawan.

Letak di bawah permukaan tanah menjadi daya tarik utama Candi Sambisari. 

Candi ini seolah-olah berada di "lubang" besar, memberikan kesan yang unik dan berbeda.

Meskipun terkubur lama, tata letak candi masih terlihat rapi setelah dipugar. 

Hal ini menunjukkan keahlian arsitek pada masa itu.

Arca-arca yang ditemukan di Candi Sambisari masih terawat dengan baik. 

Arca-arca tersebut antara lain, Arca Durga Mahisasuramardhini, Arca Ganesha, dan Arca Agastya.

Lingkungan sekitar candi ditata dengan indah, dengan taman yang luas dan terawat. Hal ini menambah daya tarik Candi Sambisari sebagai destinasi wisata.

 

9. Candi Sari

Destinasi Wisata Candi Sari
Destinasi Wisata Candi Sari

Candi Sari terletak di Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, sezaman dengan pembangunan Candi Kalasan.

Candi Sari bercorak agama Buddha.

Berbeda dengan candi-candi lain yang umumnya berfungsi sebagai tempat ibadah, Candi Sari diperkirakan berfungsi sebagai vihara atau asrama bagi para biksu.

Hal ini terlihat dari adanya ruangan-ruangan yang dulunya diperkirakan berfungsi sebagai kamar-kamar tempat tinggal.

Candi Sari memiliki arsitektur yang unik dengan tiga ruangan yang berjajar dan dihubungkan oleh pintu dan jendela.

Relief-relief yang menghiasi dinding candi juga memiliki ciri khas tersendiri.

Terdapat stupa yang berada di bagian puncak candi sari, yang memperkuat bahwa candi sari bercorak agama budha.

Dibandingkan dengan candi-candi besar seperti Prambanan, Candi Sari memiliki suasana yang lebih tenang dan damai.

Hal ini menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan arsitektur kuno. 

Candi Sari terletak tidak jauh dari Candi Kalasan, sehingga wisatawan dapat mengunjungi kedua candi dalam satu waktu.


10. Candi Gebang

Destinasi Wisata Candi Gebang
Destinasi Wisata Candi Gebang

Candi Gebang ditemukan pada tahun 1936 oleh penduduk setempat, diawali dengan penemuan arca Ganesha.

Candi ini bercorak Hindu, yang dibuktikan dengan temuan lingga, yoni, dan arca Ganesha.

Candi ini memiliki denah dasar persegi berukuran 5,25 x 5,25 meter dengan tinggi 7,75 meter.

Bahan dasar pembuatan candi adalah batu andesit.

Pintu masuk candi terletak di sisi timur.

Candi Gebang adalah saksi bisu peradaban Hindu di Jawa Tengah pada abad ke-8. 

Mengunjungi candi ini memberikan kesempatan untuk mempelajari sejarah dan budaya masa lalu.

Meskipun berukuran kecil, Candi Gebang memiliki arsitektur yang unik dan menarik. Bentuknya yang sederhana namun elegan menjadi daya tarik tersendiri.

Candi Gebang terletak di lingkungan yang asri dan tenang, jauh dari keramaian kota. Tempat ini cocok untuk bersantai dan menikmati suasana yang damai.

Lokasi Candi Gebang tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta dan mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun umum.

Salah satu keunikan Candi Gebang adalah tidak ditemukannya tangga masuk. Diduga tangga masuk terbuat dari bahan kayu atau bahan organik lainnya yang sudah lapuk.

Titik pusat candi bertepatan dengan titik pusat halaman candi, yang merupakan keunikan tersendiri dalam arsitektur candi Hindu.

Arca Ganesha yang ditemukan di Candi Gebang tergolong utuh dan memiliki gaya yang khas.

Candi Gebang dikelilingi oleh pepohonan rindang dan sawah, menciptakan suasana yang sejuk dan menyegarkan. (MG Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita) 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved