Pengangkatan CPNS Ditunda, Peserta Resah: Kami Bisa Menganggur Lebih Lama
Salah satu CPNS asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Iqbal, mengungkapkan kekecewaannya karena kini harus menghadapi ketidakpastian.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Kebijakan penundaan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI menimbulkan kegelisahan di kalangan peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi.
Banyak di antara mereka yang telah mengundurkan diri dari pekerjaan lama demi mempersiapkan diri menjadi abdi negara, kini harus menghadapi ketidakpastian.
Salah satu CPNS asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Iqbal, mengungkapkan kekecewaannya.
“Pemerintah tiap hari ada saja gebrakannya. Kami sudah siapkan semuanya, bahkan ada yang sudah resign sebelum menerima SK yang rencananya keluar Maret atau April. Eh, ini malah pengangkatan PPPK dan CPNS ditunda sampai berbulan-bulan,” tuturnya.
Penundaan ini memicu kecemasan, terutama bagi mereka yang telah keluar dari pekerjaan sebelumnya.
Mereka menghadapi risiko tidak berpenghasilan selama berbulan-bulan.
“Ada aturan tidak tertulis kalau keterima CPNS itu jangan resign sebelum menerima SK atau jelas kapan masuk, karena bisa sampai berbulan-bulan,” sambung CPNS lainnya, Herlambang.
"Berarti kami bisa menganggur lebih lama lagi. Tidak ada gaji, dan makin berat kalau harus bertahan tanpa penghasilan,” tambahnya.
Meski demikian, para peserta mencoba menguatkan diri.
Beberapa bergantung pada tabungan pribadi atau dukungan keluarga untuk bertahan di masa transisi ini.
Mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan terkait jadwal pengangkatan agar mereka dapat menyusun ulang rencana hidup dan tetap bersemangat mengabdi untuk negeri.
| Isi Kekosongan Sementara, Dedi Budiono Didapuk Jadi Pj Sekda Kota Yogya |
|
|---|
| Pemkot Yogya Tambah 7 SPAB, Perkuat Kesiapsiagaan Sekolah Hadapi Potensi Bencana |
|
|---|
| Sidang Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bantahan Sri Purnomo Ditolak |
|
|---|
| Angka Kemiskinan Kota Yogya Ditarget Turun Hingga Menyentuh Angka 5,8 Persen di 2026 |
|
|---|
| Waspada Super Flu Masuk Jogja, Gejalanya Lebih Ekstrem dan Durasi Sakit Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Diterima-CPNS-PPPK-lalu-Resign-dari-Kantor-Lama-Peserta-Tak-Menyangka-Kini-Cemas-Merasa-Digantung.jpg)