Banjir Bekasi Belum Surut, Rendam 21 Kecamatan

Sebanyak 21 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi masih terendam banjir.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dok Achmad Nusrudin Yahya
BANJIR BEKASI : Banjir merendam Kampung Gabung di Desa Srijaya dan Desa Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak Selasa (4/3/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG - Sebanyak 21 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi masih terendam banjir.

Hingga Rabu (5/3/2025), air yang menggenangi pemukiman warga dan fasilitas umum lainnya belum menunjukan tanda-tanda akan surut.

Selain itu, sebanyak 52.000 jiwa terdampak banjir yang melumpuhkan Kabupaten dan Kota Bekasi ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga saat ini masih mendata jumlah korban dan dampak dari banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Bekasi ini.

Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Anne Hermadiane Adnan, mengatakan pihaknya sudah melakukan penanganan darurat banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Bekasi ini.

"Kami telah melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pendirian tempat pengungsian darurat, serta penyediaan logistik. Kita lakukan bersama relawan juga di sini," kata Anne dalam keterangan resmi seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/3/2025). 

Ketinggian banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Bekasi ini menurut Anne berkisar antara 50 centimeter hingga yang tertinggi 350 centimeter.

Baca juga: Daftar 6 Provinsi yang Berpotensi Diguyur Hujan Intensitas Tinggi Selama Sepekan ke Depan

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah sakit.

Warga terdampak membutuhkan bantuan mendesak, seperti air minum, makanan siap saji, perlengkapan bayi, kebutuhan khusus perempuan, selimut, dan alas tidur. 

"Semua kebutuhan kita tetap upayakan untuk menjamin kelangsungan aktivitas korban terdampak sehari-hari," terang Anne.

Selain di Bekasi, bencana hidrometeorologi juga terjadi di Kota Depok, Kabupaten Karawang, dan Bogor. 

Di Bogor, banjir dan tanah longsor mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

"BPBD Jabar juga berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk penanganan selanjutnya," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved