Retret Kepala Daerah di Magelang
Presiden Prabowo Minta Retret Kepala Daerah Digelar Lagi Tahun Depan
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya retret ini sebagai ajang evaluasi terhadap berbagai target yang telah ditetapkan.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Pelaksanaan retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang resmi berakhir pada Jumat (28/2/2025).
Dalam arahannya kepada para kepala daerah di akhir kegiatan, Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi penyelenggaraan retret ini dan meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kembali mengadakan kegiatan serupa pada tahun 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Akmil Magelang saat memberikan keterangan pers usai berakhirnya kegiatan retret.
Menurutnya, presiden menekankan pentingnya retret ini sebagai ajang evaluasi terhadap berbagai target yang telah ditetapkan.
Prabowo juga mengingatkan para kepala daerah untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 dengan menjaga serta mengelola kekayaan alam dan potensi daerah secara optimal.
“Presiden meminta seluruh kepala daerah untuk menjalankan betul Pasal 33 UUD 1945, menjaga kekayaan alam, potensi daerah, dikelola sebaik-baiknya. Jangan sampai rugi, jangan sampai hilang, dan jangan sampai didominasi oleh kepentingan asing,” ujar Bima Arya.
Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga disebut menyoroti pentingnya hilirisasi industri dalam berbagai sektor, seperti nikel dan sumber daya lainnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mengelola investasinya sendiri agar tidak bergantung pada pihak lain.
Baca juga: Hari Terakhir Retret Kepala Daerah di Magelang, Presiden Prabowo Beri Pengarahan hingga Tutup Acara
Prabowo mengapresiasi jalannya retret ini dan berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada 2026.
Tujuan utamanya adalah untuk mengevaluasi pencapaian target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Kata beliau, supaya kita semua ini jangan hanya omon-omon saja. Supaya terbukti bahwa presiden tidak hanya omon-omon, kepala daerah tidak omon-omon, maka di tahun 2026 kita targetkan ada retret lagi untuk mengevaluasi capaian semua target tadi,” tegasnya.
Bima Arya menambahkan bahwa retret pada 2026 akan berbeda karena fokusnya lebih pada evaluasi berbasis data terhadap capaian kepala daerah.
Pemerintah ingin memastikan bahwa semua program yang telah dirancang, termasuk swasembada pangan dan hilirisasi, berjalan sesuai harapan.
“Perbedaannya nanti adalah mengevaluasi target yang sudah ditetapkan. Apakah tercapai atau tidak, serta apa alasannya. Jadi berdasarkan angka-angka,” jelasnya.
Retret kepala daerah kali ini diikuti oleh 493 kepala daerah dan 477 wakil kepala daerah.
Meski jadwal kegiatan cukup padat, Bima Arya menilai bahwa acara ini membawa dampak positif dalam membangun sinergi antarkepala daerah.
“Kami melihat kepala daerah semakin akrab. Presiden juga senang karena melihat peserta ini semakin akrab satu sama lain. Itu yang diperlukan untuk sinergi ke depannya,” pungkasnya. (*)
| Cerita Pengalaman Bupati Kulon Progo Agung Setyawan selama Mengikuti Retret di Magelang |
|
|---|
| Bupati Sleman Ungkap Kesannya selama Ikut Retret di Magelang |
|
|---|
| Ketika Bupati Magelang Grengseng Ikut Retret di Akmil: Wong Omahe Ning Kene, Podo Wae |
|
|---|
| Pengalaman Bupati Manokwari Selatan Ikut Retret di Akmil Magelang: Menteri Beri Materi Mendalam |
|
|---|
| Rampung Ikuti Retret Kepala Daerah, Wali Kota Yogyakarta Siap Tancap Gas Laksanakan Arahan Presiden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wamendagri-Bima-Arya-Sugiarto-saat-penutupan-retret.jpg)