Cerita Karyawan Pabrik Briket Menyelamatkan Diri saat Bangunan Roboh Diterjang Puting Beliung
Diki mengaku berada di bagian belakang pabrik, sedang memperbaiki oven untuk membuat briket arang bersama rekan-rekannya.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Rasa takut menyelimuti Diki Fajar (30) saat pabrik pembuatan briket arang di Dukuh Penggung, Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ambruk rata dengan tanah.
Pabrik yang berada di lahan seluas sekira 1 hektare itu roboh terdampak hujan deras dan angin puting beliung yang melanda Desa Jambukulon pada Senin (24/2/2025).
Bangunan pabrik briket tempat Diki mencari nafkah itu kini rusak parah.
Material tembok terlihat berserakan di seluruh area pabrik yang dikelilingi pagar tinggi. Atap galvalum dan rangka besi ringan tampak rata dengan tanah. Bahkan, sejumlah galvalum terlihat tersangkut di pagar pabrik.
Sore itu hujan masih menguyur cukup deras. Namun, tak menghalangi petugas, pejabat setempat, relawan BPBD, Damkar Klaten, dan warga datang ke lokasi. Termasuk Diki, karyawan pabrik pembuatan briket tersebut.
Menggenakan jaket coklat cenderung hitam, Diki berada di lokasi bersama ibunya, Sri Muryanian (53). Meski kasa putih penutup luka terpasang di kepala bagian belakangnya, Diki tampak teguh menjawab pertanyaan awak media di lokasi.
"Saya terluka di bagian kepala karena tertimpa sesuatu. Tapi saya tidak tahu tertimba apa, karena waktu itu yang penting saya dan teman-teman bisa keluar (dari dalam pabrik)," ucap Diki.
Masih jelas di ingatan Diki, ada empat orang yang masuk bekerja di pabrik hari itu. Yakni dia dan tiga rekannya. Sebelum kejadian,
Diki mengaku berada di bagian belakang pabrik, sedang memperbaiki oven untuk membuat briket arang bersama rekan-rekannya.
Hingga siang itu, hujan deras mulai menguyur Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kemudian disusul angin yang berhembus sangat kencang di kawasan pabrik. Diki merasa angin itu semakin berputar kencang di tempat kerjanya.
"Saya kurang tahu arahnya (angin) dari mana. Tapi saya lihat anginnya kayak fokus berputar di ruangan kami (atas pabrik). Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, saya mendengar seperti suara trafo listrik meledak," ceritanya.
Diki menyebut perasaannya saat itu tidak enak. Dia seperti mendapatkan firasat buruk yang mendorongnya untuk segera mengajak kawan-kawannya keluar dari area pabrik.
Akhirnya, mereka pun berlari cepat meninggalkan pabrik. Mereka terus berlari sejauh 40 meter dari area belakang pabrik menuju halaman depan.
| Klaten International Cycling Festival 2026: Delegasi 40 Negara Siap Berlaga di Candi Prambanan |
|
|---|
| Alasan Bupati Hamenang Belum Terapkan Kebijakan WFH Bagi ASN di Klaten |
|
|---|
| Pak Kades Semangkak Klaten Terseret Kasus Korupsi Pembangunan Masjid |
|
|---|
| Nasib Siswa Disabilitas di Klaten Jadi Sorotan, DPRD Desak Pembentukan Unit Layanan Khusus |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi Landa 9 Wilayah di Klaten, Bupati Hamenang Turun Langsung Cek Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Karyawan-Pabrik-Briket-Menyelamatkan-Diri-saat-Bangunan-Roboh-Diterjang-Puting-Beliung.jpg)