Serie A
AC MILAN: Awal dari Akhir Kisah Theo Hernandez di San Siro
Theo Hernandez menjadi kambing hitam tersingkirnya AC Milan dari Liga Champions, setelah imbang 1-1 dengan Feyenoord di San Siro, Rabu.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Theo Hernandez menjadi kambing hitam tersingkirnya AC Milan dari Liga Champions, setelah imbang 1-1 dengan Feyenoord di San Siro, Rabu.
Dengan hasil tersebut, AC Milan kalah agregat dari Feyenoord 1-2, setelah di leg pertama menyerah 0-1 di Rotterdam.
La Gazzetta dello Sport menyoroti kesalahan demi kesalah serta momen tujuh menit sembrono Theo Hernandez.
Ia mendapat kartu kuning pertamanya pada menit ke-44 dan yang kedua pada menit ke-51 yang menempatkan timnya dalam situasi sulit yang berbuntut hasil imbang dan kegagalan.
Padahal, kartu kuning pertama Hernandez berarti ia akan absen pada leg pertama Babak 16 Besar Liga Champions.
Ketika wasit menunjukkan kartu merah kepadanya, ia tampak terkejut dan mengangkat tangannya.
Hingga akhirnya, setelah beberapa detik kemudian, ia diyakinkan untuk meninggalkan lapangan San Siro.
Tidak ada yang mendekatinya untuk sekadar menenangkannya atau setidaknya memberi isyarat agar merasa lebih baik.
Theo kemudian terlihat menuruni anak tangga lapangan San Siro dan tetap berada di ruang ganti.
Daftar kesalahan Theo
Selain insiden kartu merah melawan Feyenoord, Theo telah mencatatkan daftar panjang kesalahannya di lapangan.
Itu dimulai dengan kesalahan pada pertandingan tandang pertama melawan Parma, setelah tetap berada di bangku cadangan pada pertandingan pertama musim ini.
Kemudian ada aksi tercela saat jeda pertandingan melawan Lazio, pertandingan lain yang ia mulai dari bangku cadangan setelah bermain buruk di Parma.
Kartu merah pertamanya musim ini datang setelah peluit akhir pertandingan melawan Fiorentina, ketika protesnya sebagai kapten membuatnya harus menjalani dua kali larangan bertanding.
Ia juga bersalah dalam laga tandang melawan Cagliari dan Paulo Fonseca juga mengeluarkannya saat melawan Genoa dan Verona pada akhir 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/AC-Milan-vs-Juventus-Kabar-Kondisi-Cedera-Otot-Theo-Hernandez.jpg)