Panen Karya dan Uji Praktik Seni Budaya 2025 MTsN 4 Kulon Progo, Meriah
Pengunjung rela berdesak-desakan untuk menyaksikan sendratari Sugriwa Subali, salah satu sendratari ikonik dari Jatimulyo.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gelaran Panen Karya dan Uji Praktik Seni Budaya 2025 MtsN 4 Kulon Progo menjadi magnet bagi warga untuk berbondong-bondong ke Jalan Raya Yogyakarta Kaligesing, Jatimulyo, Girimulyo itu, beberapa hari lalu.
Selain melihat pementasan, warga juga belanja aneka kuliner. Tak hanya market day bagi Kelas VII, Panen Karya kali ini juga menampilkan fashion show, serta dimeriahkan pergelaran sendratari oleh kelas siswa Kelas IX.
Pengunjung rela berdesak-desakan untuk menyaksikan sendratari Sugriwa Subali, salah satu sendratari ikonik dari Jatimulyo sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional 2024.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA) MTsN 4 Kulon Progo tahun pelajaran 2024/2025.
Kepala Madrasah, Nurhayanti pun sangat mengapresiasi Panen Karya tersebut.
“Kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas, inovasi seklaigus jiwa enterpreneurship,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal keahlian berwirausaha yang diperlukan di era yang serba cepat dan persaingan global sehingga diharapkan lulusan MTsN 4 Kulon Progo mampu survive dan memenangkan persaingan sebagai pengusaha.
“Segala hal dimulai dari kecil untuk menjadi besar dan berdaya. Oleh karena itu kegiatan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial saja, tetapi berkelanjutan untuk selalu menghasilkan produk yang laku di pasar dan diminati masyarakat. Tetap semangat untuk terus berkarya dan berinovasi,” imbuhnya.
Sementara itu Waka Kurikulum Ambar Suryaningsih menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu pilar penguatan P5RA.
“Gelar Panen Karya P5RA ini bertema Kearifan Lokal dan Kewirausahaan. Siswa Kelas VII melaksanakan proyek pengolahan kuliner berbahan dasar pangan lokal dari singkong, ganyong, ubi jalar, dan bothe sehingga ada lima belas stand Kelas VII yang menyajikan lebih dari 30 jenis jajajan kekinian. Adapun Kelas VIII menyajikan fashion show batik shibori yang juga merupakan hasil karya mereka,” jelas Ambar.
Tak hanya itu, menurut Ambar, siswa kelas IX juga melaksanakan ujian praktik seni budaya dengan menampilkan empat judul sendratari.
Menurut Ika Triwahyuni, guru pembimbing Seni Budaya mengatakan, guna menyajikan pentas terbaik, siswa kelas IX telah melakukan persiapan semenjak semester satu.
Mulai dari merancang koreogafi, latihan, memilih kostum, membuat properti pentas, penataan panggung, hingga sound sistem mereka persiapkan secara matang.
“Dengan melakukan swadaya untuk mendukung keberhasilan pentas, siswa kelas IX telah memiliki pengalaman dalam melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan keindahan budaya yang ada di Jatimulyo,” ungkap Ika. (rls)
| Siswa Anak SD Hingga SMP di Bambanglipuro Unjuk Tampil dalam Pentas Seni Malam Harmoni KKN UNY |
|
|---|
| Rekor MURI 7.400 Penari Sugriwa Subali Jadi Kado Istimewa HUT Ke-74 Kulon Progo |
|
|---|
| Gelaran Seni Taman Budaya Gunungkidul Berlangsung Meriah, Ada Tari Reog Kidulan hingga Orkestra |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 4: Mempersiapkan Musikalisasi Puisi |
|
|---|
| Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 12 Bab 5: Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wayang-mtsn-4-kp.jpg)