Wisata Jogja

Berburu Sunset dan City Light dari Angkringan Sultan

Suasana alam yang indah dan asri itu bisa dirasakan dari lokasi Angkringan Sultan di Bukit Cempluk, Kalurahan Mangunan, Bantul, DI Yogyakarta.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
NIKMATI SUNSET: Sejumlah pengunjung sedang menikmati suasana sunset dan city light dari Angkringan Sultan di Bukit Cempluk, Kalurahan Mangunan, Kapewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, belum lama ini. 

Awal Mula Angkringan Sultan

WISATA BANTUL: Suasana sunset dan city light dari Angkringan Sultan di Bukit Cempluk, Kalurahan Mangunan, Kapewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, belum lama ini.
WISATA BANTUL: Suasana sunset dan city light dari Angkringan Sultan di Bukit Cempluk, Kalurahan Mangunan, Kapewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, belum lama ini. (TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana)

Aris turut menyampaikan kehadiran Angkringan Sultan berawal dari adanya konsep pengembangan wisata dan pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (Bamuskal) dengan anggaran dari Dana Keistimewaan (Danais). 

Konsep itu disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"Makanya, lokasi itu dibuat dengan anggaran berjenjang, dari tahun 2022, 2023, dan 2024. Lalu, memulai dibangun pada 2022. Terus final pembangunannya pada tahun 2024. Walau begitu, kami tetap berbenah bagaimana menjadi yang terbaik," katanya.

Lalu, angkringan yang didirikan di atas tanah milik kalurahan tersebut dibuat dengan total anggaran Danais sekitar Rp2,5 miliar dengan sistem pencairan anggaran berjenjang.

"Itu sebelumnya kan tanah kalurahan dan hamparan kosong. Akhirnya dikelola seperti itu dan managemennya dikelola oleh Bumkal Mangunan. Nama Bumkalnya Selo Aji," urai Aris.

Adapun nama angkringan sultan itu diambil dari sejarah lokal yang ada. Di mana, dahulu, terdapat Sultan Agung Nitik Siti Wangi. Dari situ kemudian pihaknya berinisiatif memberi nama angkringan sultan.

"Jadi, kami berharap ke depan di pengelolaan badan usaha ini bisa menjadi daya ungkit ekonomi dan daya ungkit pendapatan asli desa untuk kepentingan masyarakat," pungkas Aris.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved