Modifikasi Gazgas Gorilla Menjadi Motor Adventure Mini yang Makin Unik

Usai membeli motor bekas, ia pun mulai menuangkan ide-idenya di motor tersebut. Mulai dari cat ulang dari rangka, body, velg hingga printilan lainnya.

Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
dok pri
MODIFIKASI GAZGAS: Hasil Modifikasi Gazgas Gorilla. Dwiki, penyuka motor mini asal Bantul memodifikasi Gazgas Gorilla hingga tampil lebih menarik. 

TRIBUNJOGJA.COM - Motor mini seperti Gazgas Gorilla tidak hanya menawarkan desain klasik yang menarik, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dimodifikasi sesuai selera pemiliknya.

Dengan ukuran ringkas dan rangka yang sederhana, motor ini bisa dikustomisasi dengan berbagai aksesori, sehingga memberikan tampilan lebih unik.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Dwiki, penyuka motor mini asal Bantul ini mengulik Gazgas Gorilla hingga tampil lebih menarik. 

Gazgas Gorilla sendiri merupakan sepeda yang diproduksi oleh Gazgas, sebuah perusahaan otomotif Indonesia yang dikenal dengan berbagai model motor trail dan motor mini. 

Motor yang terinspirasi dari desain Honda Gorilla ini pun kemudian ia modifikasi agar tampil lebih unik.

“Aku memang punya hobi koleksi motor dengan bentuk yang aneh, unik. Apalagi Gazgas aku pilih karena bersurat, jadi aman dikendarai di jalan. Karena ada juga jenis seperti ini tapi tidak ada suratnya karena impor dari luar negeri,” ungkapnya. 

Usai membeli motor bekas, ia pun mulai menuangkan ide-idenya di motor tersebut. Mulai dari cat ulang dari rangka, body, velg hingga printilan lainnya. 

MODIFIKASI GAZGAS: Hasil Modifikasi Gazgas Gorilla. Dwiki, penyuka motor mini asal Bantul memodifikasi Gazgas Gorilla hingga tampil lebih menarik.
MODIFIKASI GAZGAS: Hasil Modifikasi Gazgas Gorilla. Dwiki, penyuka motor mini asal Bantul memodifikasi Gazgas Gorilla hingga tampil lebih menarik. (dok pri)

Konsep tabrak warna pun ia terapkan di motor mini. Meski demikian, ketika disatukan semuanya tampak serasi. 

Misalnya rangka dan velg yang semula hitam diganti putih. Warna itu dipadukan dengan warna biru tangki motor hingga spakbor.  

Beberapa aksesoris pemanis pun ia tambahkan. Misalnya di bagian rak di bagian belakang ia pasangkan kotak bekas wadah jam.  

“Waktu itu beli jam, wadahnya cukup besar dan warnanya orange, aku pasang di motor ini ternyata cocok. Kemudian di kanan kirinya aku tambahkan dudukan untuk asesoris lainnya,” ungkapnya. 

Misalnya di bagian kiri untuk jerigen bensin khas motor adventure yang ia cat juga dengan warna oranye, sementara di sisi kanan dipasangkan dudukan untuk papan skateboard-nya yang juga memiliki nuansa warna orange.  

Meski kotak kecil cukup berfungsi untuk menyimpan barang, namun Dwiki mengakui bahwa jerigen dan papan skateboard yang menempel di bagian belakang cuma sekedar pemanis saja. 

“Dari dulu seneng mix and match sesuatu, termasuk motor. Sebenarnya jerigen dan skateboard-nya tidak terlalu berfungsi juga. Hanya buat gaya-gayaan, malah justru merepotkan. Kalau elektrik starter nggak nyala, harus hidupkan motor dengan engkol, akhirnya harus copot skateboard-nya dulu,” bebernya. 

Selain itu, ia juga menambahkan batok lampu dengan windshield kecil yang dibeli dari marketplace.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved