Jalan Provinsi di Nanggulan-Sentolo Kulon Progo yang Longsor Mulai Diperbaiki
Kedatangan ekskavator diikuti dengan pemasangan sejumlah rambu-rambu tambahan sebagai informasi untuk pengendara yang melintas.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jalan Provinsi Nanggulan-Sentolo yang longsor di wilayah Padukuhan Setan, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo mulai diperbaiki.
Pengerjaannya direncanakan berlangsung sampai mendekati Lebaran atau Idulfitri nanti.
Pantauan Tribun Jogja di lokasi pada Jumat (07/02/2025), tampak sudah ada alat berat di sisi selatan jalan yang longsor.
Rambu-rambu tambahan pun juga telah dipasang.
Meski begitu, kendaraan dari kedua arah tetap bisa melintas lewat jalan darurat di sisi barat jalan yang longsor.
Kendaraan harus melewatinya secara bergantian.
Suprapto, warga Padukuhan Wijilan, Kalurahan Wijimulyo, mengungkapkan bahwa persiapan untuk perbaikan sudah dimulai sejak Rabu (05/02/2025) lalu.
"Rabu kemarin sudah ada serombongan orang yang datang untuk melihat dan melakukan persiapan perbaikan," ungkapnya ditemui di sekitar lokasi.
Menurut Suprapto, alat berat berupa ekskavator didatangkan sejak Kamis (06/02/2025) kemarin.
Kedatangan ekskavator diikuti dengan pemasangan sejumlah rambu-rambu tambahan sebagai informasi untuk pengendara yang melintas.
Baca juga: Anggaran Dipangkas, Ketua DPRD Kulon Progo Harap Pemkab Tetap Mampu Prioritaskan Program Pembangunan
Ia mengungkapkan belum banyak pengerjaan yang dilakukan, seperti membuat selokan untuk aliran air.
Meski begitu, kabarnya perbaikan jalan tersebut tidak akan memakan waktu yang lama.
"Kalau menurut info yang saya tahu, kabarnya jalan ini sudah bisa dilewati lagi saat Lebaran," kata Suprapto yang ikut berjaga untuk mengatur lalu lintas kendaraan di sana.
Ia pun mengaku senang dan lega karena jalan tersebut akhirnya diperbaiki.
Adapun jalan tersebut mengalami longsor pada Desember 2024 lalu, dan warga pun berswadaya membuat jalan darurat sembari menunggu perbaikan jalan.
Suprapto pun berharap perbaikan kali ini juga membuat jalan lebih aman dilintasi dan tidak longsor lagi.
Apalagi pada 2012 lalu longsor pernah terjadi di lokasi yang sama, dan longsor kali ini terbilang paling parah.
"Jalan ini kan jadi akses utama bagi warga sekitar juga seperti untuk mencari rumput sampai bertani," ujarnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Nurcahyo Budi Wibowo, membenarkan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah dimulai.
Namun prosesnya menjadi kewenangan penuh dari DPUPESDM DIY mengingat statusnya sebagai jalan provinsi.
Target penyelesaiannya pun menjadi lebih cepat dari rencana awal. Sebab berdasarkan informasi yang pihaknya terima, proses perbaikan akan berlangsung selama 4 bulan, terhitung dari Februari 2025.
"Berdasarkan info yang kami terima, pengerjaannya hanya berlangsung selama 3 bulan atau 90 hari," jelas Nurcahyo.(*)
| Konsep Hotel Bubble untuk Asrama Haji DIY Diklaim Mampu Hemat Anggaran hingga Rp1,2 Triliun |
|
|---|
| Wabup Kulon Progo Turun Gunung, Gencarkan Edukasi Wawasan Kebangsaan Kepada Para Pelajar |
|
|---|
| Polres Kulon Progo Terjunkan Puluhan Personel Hingga Siapkan Rekayasa Lalin untuk Embarkasi Haji DIY |
|
|---|
| Menabung Selama 30 Tahun, Pedagang Tempe dari Panjatan Kulon Progo Akhirnya Bisa Naik Haji |
|
|---|
| Kankemenhaj Kulon Progo Pastikan Jemaah Risiko Kesehatan Tinggi Akan Didampingi Penuh Selama Berhaji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jalan-Provinsi-Nanggulan-Sentolo-longsor.jpg)