Donald Trump Bekukan Pendanaan Bantuan Obat TBC, Indonesia Bisa Kena Imbas

Amerika pun juga akan mendapatkan dampak buruk, karena rantai penyebaran TBC yang hampir putus, seperti tersambung kembali

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
ist
KEBIJAKAN TRUMP: Foto Ilustrasi TBC. Presiden AS Donald Trump membuat kebijakan yang akan menghentikan pasokan obat HIV, Malaria dan TBC untuk negara miskin di seluruh dunia. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memutuskan untuk menghentikan pendanaan bantuan asing, baik yang baru maupun yang sudah berjalan demi mempertegas kebijakan America First.

Salah satu yang terimbas adalah pendanaan untuk Badan Pembangunan Internasional AS atau USAID.

Dengan kebijakan itu, Trump akan menghentikan pasokan obat HIV, Malaria dan TBC untuk negara miskin di seluruh dunia.

Diketahui, USAID bertugas membantu negara-negara miskin di seluruh dunia melalui berbagai program pembangunan, ekonomi, dan kemanusiaan, para kontraktor dan mitra yang bekerja dengan USAID.

USAID pun telah menerima memo untuk segera menghentikan pekerjaan mereka.

Salah satu memo tersebut ditujukan kepada Chemonics, perusahaan konsultan besar di AS yang bekerja sama dengan USAID dalam penyediaan obat-obatan untuk berbagai kondisi di seluruh dunia.

Ketua Yayasan Stop TB Partnership Indonesia, dr Nurul Luntungan menyayangkan kebijakan yang dicetuskan Presiden Trump.

Menurutnya ini berdampak negatif pada perjuangan kemanusiaan untuk kesehatan di seluruh dunia.

“Hal ini sangat disayangkan, keputusan yang sangat besar dampaknya pada kehidupan manusia dan memiliki dampak risiko penyebaran penyakit secara global. Kebijakan yang sepertinya merupakan keputusan politis untuk menunjukkan kekuasaan. Kalaupun mereka ingin melihat efisiensi, harusnya bisa dilakukan dengan melakukan langkah bertahap dengan upaya mitigasi risiko,” ujar Nurul dalam keterangan resmi, Jumat (31/1/2025).

Sementara, Direktur Eksekutif STPI, dr. Henry Diatmo menyebutkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tujuan ambisius untuk mengeliminasi TBC pada tahun 2030 sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Penghentian pendanaan dan akses obat-obatan yang vital untuk pengobatan TBC akan merusak strategi bahkan menggagalkan eliminasi global ini.

“Jika kebijakan ini terus dilanjutkan, tidak hanya kita gagal mengakhiri pandemi TBC, tetapi juga akan menghambat pencapaian kemajuan dalam hal kesejahteraan global,” tutur Henry.

Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia.

Pemerintah Indonesia pun sudah memasukan isu TBC ke dalam isu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo 2024-2029.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved