Kuliner Jogja
Berburu Gulai Legend di Pasar Turi Bantul, Harganya Hanya Rp10 Ribu per Porsi
Adapun alasan kuliner tersebut menjadi favorit pilihan sejumlah masyarakat dikarenakan selain rasa yang nikmat, harganya sangat ramah di kantong.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berada di celah-celah pedesaan, Kuliner Jogja warung Gulai / Tongseng Mbah Wargo di bagian barat Pasar Turi, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat dari berbagai wilayah.
Adapun alasan kuliner tersebut menjadi favorit pilihan sejumlah masyarakat dikarenakan selain rasa yang nikmat, harganya sangat ramah di kantong.
Hal itu pun dirasakan oleh Susi (47), warga Kapenewon Bambanglipuro. Ia mengaku bahwa sudah kerap langganan jajan kuliner gulai dan tongseng Mbah Wargo di Pasar Turi.
"Kebetulan, rumah saya enggak jauh sama lokasi ini dan kalau malas masak pas pasaran pahing, saya pasti ke sini (warung Gulai/Tongseng Mbah Wargo). Ya beli satu atau dua porsi untuk di bawa pulang, karena mau dimakan di rumah saja," katanya kepada Tribunjogja.com, saat berada di warung Gulai/Tongseng Mbah Wargo, Kamis (30/1/2025).
Disampaikannya, gulai/tongseng Mbah Wargo itu hanya ada setiap pasaran pahing. Maka dari itu, kuliner legend tersebut hanya bisa dibeli saat hari kalender jawa yakni hari pahing saja.
Susi pun menyampaikan, bahwa saat membeli kuliner tersebut, harus antre dengan tertib. Pasalnya, kuliner gulai/tongseng Mbah Wargo dimasak langsung oleh penjual di lokasi tersebut.
Dengan begitu, konsumen bisa merasakan sensasi segar dan gurihnya gulai tongseng tersebut.
"Menurut saya ya gulai di sini (warung Gulai/Tongseng Mbah Wargo) enak. Rasanya lebih segar dan dagingnya lumayan banyak. Jadi pas lah untuk saya juga yang suka makanan segar-segar," ucap dia.
Generasi ketiga
Sementara itu, Slamet atau yang kerap disapa Mamit, mengaku, dirinya menjadi penerus generasi ketiga usaha kuliner legend tersebut sejak beberapa tahun lalu. Artinya, pendiri kuliner tersebut tak lain adalah nenek atau mbahnya.
"Dulu itu kan yang punya simbok. Lalu diteruskan ke bapak saya. Simbok saya masih, tapi bapak saya sudah enggak ada. Jadi, turun dan diteruskan sama saya," jelasnya.
Ia pun mengaku, awal meneruskan usaha itu tidak lah susah. Pasalnya, Mamit sudah terbiasa membantu mbah dan orang tuanya dalam menjalani usaha kuliner yang sudah ada lebih dari tahun 1970.
Apalagi, ia juga dibantu oleh istri dan dua karyawannya dalam menjalankan bisnis tersebut.
"Saya sudah tahu resepnya juga. Kan buat gulai ini gampang. Enggak susah. Kebetulan saya luwes orangnya, jadi ya senang ngerjain kuliner ini," papar dia.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa tidak ada resep rahasia dalam membuat gulai/tongseng legend tersebut.
| Konsep Colorful dan Kuliner Mediterania Warnai Tren Kuliner di Kawasan Palagan Jogja |
|
|---|
| Sate Kelinci di Kaliurang Bikin Wisatawan Ketagihan |
|
|---|
| Wisatawan Serbu Pasar Ngasem saat Libur Lebaran demi Berburu Kuliner Viral |
|
|---|
| Mencicipi Rahang Tuna Bakar 'Raksasa' di Jogja, Dagingnya Juicy Banget dan Nggak Amis |
|
|---|
| Terra All Day Dining Pilihan Dinner Romantis di Jogja, Cocok Bareng Pasangan, Keluarga, hingga Teman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Berburu-Gulai-Legend-di-Pasar-Turi-Harganya-Hanya-Rp10-Ribu-per-Porsi.jpg)