Setelah Lima Tahun, Letto Rilis Single Baru Sebening Senja

Mengawali tahun 2025, Letto kembali membuat karya terbarunya berupa single  berjudul 'Sebening Senja' yang dirilis sejak 18 Januari 2025

Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
dok pri
Personel Letto 

TRIBUNJOGJA.COM - Letto, band asal Yogyakarta dikenal dengan gaya musik pop yang penuh makna mendalam dalam lirik-liriknya. Mengawali tahun 2025, Letto kembali membuat karya terbarunya berupa single  berjudul 'Sebening Senja' yang dirilis sejak 18 Januari 2025

Adapun, Letto terakhir merilis single sekitar lima tahun lalu bertajuk 'Fatwa Hati' (2020). Sebelumnya mereka juga telah mengeluarkan beberapa single seperti ‘Kangen Deso’ (2018), ‘Kasih Tak Memilih’ (2016), dan lain-lain. 

Lagu-lagu Letto seringkali memadukan nuansa musik yang lembut dengan lirik puitis, membuat karya mereka terasa khas dan emosional. Tak terkecuali, single terbaru Sebening Senja, yang liriknya diramu oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa Noe, vokalis Letto.

Ciri khas Letto terletak pada pendekatan filosofis dan romantis dalam musik mereka. Noe, sebagai vokalis sekaligus penulis lirik utama, kerap menyisipkan pesan-pesan mendalam tentang cinta, kehidupan, dan spiritualitas.

Secara keseluruhan, 'Sebening Senja' mengisahkan perjalanan jiwa seseorang untuk mencari jawaban, namun akhirnya menemukan keajaiban dalam pencariannya sendiri. Seperti embun yang merindukan fajar, tapi justru menemukan keindahannya dalam kelembutan pagi.

“Waktu itu saya menganalogikan senja dengan kedewasaan, kematangan. Dan Sebening Senja adalah kejernihan ketika kita sudah matang mengalami dunia,” ujar Noe. 

Ia mengungkapkan, lirik pembuka ‘Seandainya aku mengerti..’, bukanlah penggambaran sebuah penyesalan. Namun adalah pintu masuk menuju eksplorasi mendalam tentang bagaimana ketidakpahaman kita tentang cinta yang justru membentuk perjalanan menemukan maknanya.

“Lagu ini berangkat dari momen yang kita semua pernah alami, saat kita merasa tidak siap menghadapi besarnya sebuah cinta. Tapi justru dari situlah perjalanan sesungguhnya dimulai,” imbuhnya. 

Sementara itu gitaris Letto Agus Riyono atau Patub menambahkan proses perekaman lagu 'Sebening Senja' dikerjakan mandiri di studio pribadi mereka. Namun untuk proses akhir audio (mixing dan mastering), dikerjakan Sasi Kirono di Satrio Piningit Studio agar mendapat insight nuansa yang lebih baru.

“Lagu ini terhitung sudah lama, dibuat sekitar tujuh tahun lalu dan sudah mengalami beberapa revisi. Dikerjakan bersama lima lagu baru lainnya. Kami merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk dirilis,” kata Patub.

Lebih lanjut, untuk format audio visualnya, ‘Sebening Senja’ dipercayakan digarap Bagoes Kresnawan, sutradara dari Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID). Video klip ini rencananya akan dikeluarkan dua tiga pekan setelah format audionya muncul di gerai-gerai musik digital.

Ditambahkan Noe, video klip tersebut menggambarkan dinamika ayah dan anak menjadi satu interpretasi yang menyentuh. Tapi Letto tetap membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan resonansi personalnya masing-masing.

Seperti senja yang memberikan warna berbeda di setiap harinya, setiap pendengar akan menemukan warna makna yang berbeda dalam lagu ini.

Melalui ‘Sebening Senja’, Letto mengajak pendengar untuk tidak sekadar mendengar, tapi merasakan dan menemukan serpihan surga mereka sendiri.

“Karena terkadang, jawaban terindah hadir dalam perjalanan mencarinya,” pungkas Noe.(nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved