Timnas Indonesia
Media Korea Kaget STY Dipecat dari Pelatih Timnas Indonesia: Shin Tae-yong Jadi Kambing Hitam?
Media Korea Selatan menyoroti keputusan ini dengan beragam sudut pandang. Apa saja yang mereka katakan?
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Keputusan mengejutkan datang dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang memutus kontrak pelatih tim nasional, Shin Tae-yong, pada Senin (6/1/2025).
Pelatih asal Korea Selatan ini resmi meninggalkan jabatannya setelah lebih dari lima tahun membangun tim Garuda.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi pengembangan timnas secara keseluruhan.
"Kami butuh pelatih yang mampu menerapkan strategi secara optimal dan memiliki komunikasi lebih baik dengan para pemain," ungkap Erick dalam konferensi pers pada Senin (6/1/2025).
Namun, keputusan ini tidak hanya menjadi perhatian publik Indonesia, tetapi juga media Korea Selatan.
Mereka menyoroti keputusan ini dengan beragam sudut pandang. Apa saja yang mereka katakan?
1. Shin Tae-yong, "Pahlawan Indonesia" yang Dipecat tanpa Alasan Jelas
Media Korea Selatan, Hani, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan PSSI.
Dalam artikelnya, mereka menyebut Shin Tae-yong sebagai sosok yang berhasil membawa perubahan signifikan pada sepak bola Indonesia.
Di bawah asuhan Shin Tae-yong, performa Indonesia meningkat pesat, bahkan mampu bersaing melawan tim-tim kuat seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi.
Prestasi puncaknya adalah kemenangan bersejarah atas Korea Selatan di babak play-off Olimpiade Paris.
Namun, meskipun kontraknya diperpanjang hingga 2027, STY tiba-tiba diberhentikan tanpa alasan yang jelas.
“Pada Juni 2023, PSSI sebenarnya telah memperpanjang kontrak Shin Tae-yong hingga 2027. Namun, kegagalan di Piala Mitsubishi menjadi alasan utama di balik keputusan mendadak untuk memutus kontraknya. Ketua PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa tim membutuhkan pelatih yang dapat membantu pemain mengeksekusi strategi dengan lebih baik,” beberapa potongan tulisan yang menekankan kepemimpinan berakhir mendadak.
Baca juga: Komentar Netizen Korea tentang Pemecatan STY: STY Selamatkan Rumah Hancur, tapi Mereka Tak Bersyukur
2. Gagal di AFF 2024 Jadi Titik Balik
Menurut kantor berita Yonhap, kegagalan timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2024 (Mitsubishi Electric Cup) dianggap sebagai faktor utama di balik pemecatan Shin Tae-yong.
“Pengumuman penghentian kontrak ini cukup mengejutkan, mengingat PSSI telah memperpanjang kontrak Shin pada Juni tahun lalu hingga 2027. Dengan demikian, perjalanan Shin Tae-yong bersama sepak bola Indonesia yang dimulai pada tahun 2020 resmi berakhir setelah hampir lima tahun.,” tulis YonhapTV.
"Turnamen ini merupakan ajang sepak bola terbesar di Asia Tenggara, dan kegagalan tersebut menjadi pukulan berat bagi karier Shin," dalam artikel Yonhap.
Meski begitu, banyak pihak menilai keputusan ini terlalu keras mengingat capaian lain yang diraih Shin selama masa jabatannya.
3. Pemecatan Dinilai Terburu-buru
Media Korea lainnya, OSEN, menyoroti waktu pengumuman pemecatan yang dinilai tidak tepat. Mereka menilai keputusan ini dibuat saat Indonesia masih memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Di bawah kepemimpinan Shin, Indonesia berhasil meraih posisi ketiga di Grup C babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2026 wilayah Asia.
"Langkah ini seolah mengabaikan progres yang telah dicapai," tulis OSEN.
4. Shin Tae-yong Jadi "Kambing Hitam"?
Sporki, media olahraga Korea, menilai bahwa pemecatan Shin Tae-yong mungkin lebih terkait dengan ambisi besar Erick Thohir.
Ketua Umum PSSI ini memiliki target besar, seperti membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 dan menembus peringkat 50 besar FIFA pada 2045.
Beberapa analis Korea menduga, keputusan memecat Shin hanyalah strategi untuk mengalihkan perhatian dari tekanan besar terhadap rencana ambisius tersebut.
5. Patrick Kluivert Dikabarkan Jadi Pengganti
Media Chosun mengabarkan bahwa posisi Shin Tae-yong kemungkinan besar akan diisi oleh Patrick Kluivert, mantan bintang sepak bola Belanda.
Menurut laporan, kontak dengan Kluivert telah dilakukan sebelum pengumuman pemecatan.
Meski begitu, banyak yang merasa kecewa melihat Shin Tae-yong harus pergi setelah bertahun-tahun mendedikasikan diri untuk membangun timnas Indonesia.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans Jadi Amunisi Terbaru Timnas Indonesia, Ini Harapan Erick Thohir |
![]() |
---|
Apa Alasan Laga Timnas Indonesia vs Kuwait Batal Digelar? Ini 3 Penjelasannya |
![]() |
---|
PSSI Bakal Naturalisasi 4 Pemain untuk Pekuat Timnas Indonesia, Termasuk Mauro Zijlstra! |
![]() |
---|
Bagaimana Timnas U23 Indonesia Lolos ke Semifinal AFF? Ini 3 Skenario Jelang Duel Kontra Malaysia |
![]() |
---|
Timnas Indonesia Waspadai Malaysia Jelang ASEAN Cup U-23 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.