Berita Barcelona

FC BARCELONA: Joan Laporta Diserang Mantan Kandidat Presiden Barcelona

Kondisi FC Barcelona diluar lapangan sedang tak stabil, selain masalah keuangan Presiden Barcelona, Joan Laporta kini menjadi sorotan

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
FC Barcelona
Presiden FC Barcelona Joan Laporta 

Tribunjogja.com Spanyol - Kondisi FC Barcelona diluar lapangan sedang tak stabil, selain masalah keuangan Presiden Barcelona, Joan Laporta kini menjadi sorotan.

Dilansir dari Kontan berdasarkan laporan Sport yang mengutip onefootball, Jordi Farre, seorang anggota klub sekaligus mantan kandidat presiden Barcelona, berencana mengajukan mosi tidak percaya terhadap Laporta.

Farre sebelumnya berhasil memulai mosi serupa terhadap Josep Maria Bartomeu pada tahun 2020. 

Kini, ia bersiap untuk melakukannya kembali, dengan Laporta sebagai targetnya.

Sesuai dengan anggaran dasar Barcelona, mosi tidak percaya memerlukan tanda tangan dari setidaknya 15 persen anggota klub. 

Dengan jumlah total anggota mencapai 109.637 orang, diperlukan minimal 16.256 tanda tangan agar mosi ini dapat diajukan ke meja rapat.

Jika mosi berhasil diajukan, langkah selanjutnya adalah pemungutan suara yang memerlukan persetujuan dua pertiga dari total suara untuk memberhentikan presiden. 

Apabila mosi ini berhasil, maka pemilihan presiden baru akan segera digelar.

Namun, perlu dicatat bahwa setelah sebuah mosi diajukan, klub harus menunggu setahun sebelum mosi serupa dapat diajukan kembali.

Kepercayaan terhadap Laporta saat ini berada di titik terendah. 


Pekan lalu, sepuluh kelompok oposisi dan kelompok opini menandatangani sebuah pernyataan yang menuntut pengunduran dirinya.

Surat tersebut juga menyertakan ancaman akan diajukannya mosi tidak percaya jika Laporta tidak segera mundur. Dalam konteks ini, Farre muncul sebagai sosok yang siap mengeksekusi ancaman tersebut.

Dalam sejarahnya, mosi tidak percaya terhadap presiden Barcelona adalah kejadian langka. 

Namun, situasi kali ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang serius di dalam tubuh klub. Langkah Farre dapat menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan stabilitas dan kepercayaan terhadap manajemen klub.

Jika mosi tidak percaya ini berhasil, Barcelona akan menghadapi periode transisi yang signifikan. 

Pemilihan presiden baru dapat membuka peluang untuk perubahan besar dalam manajemen klub, tetapi juga berisiko memperpanjang periode ketidakstabilan.

Hingga saat ini, Laporta tetap bungkam mengenai situasi ini. Klub telah menyatakan bahwa ia akan memberikan pernyataan resmi setelah masalah pendaftaran pemain terselesaikan. 

Namun, tekanan dari anggota klub dan oposisi semakin meningkat, membuat masa depan kepemimpinannya diragukan.

Transfer Barcelona

Barcelona memang sedang tak bisa berkutik karena kondisi keuangan yang belum stabil.

Itulah yang menyebabkan Barca selalu berburu pemain dengan skema transfer gratis.

Termasuk rumor terbaru untuk transfer musim panas 2025, Barca mengupayakan transfer gratis untuk kapten Tottenham Son Heung-min.

Namun itu masih sebatas rencana sebab ada indikasi pemain Korea Selatan itu akan tetap berada di London utara selama satu musim lagi.

Masa depan Son di Spurs masih belum pasti dengan kontraknya yang akan berakhir pada bulan Mei dan pembicaraan telah dilakukan antara pemain dan klub.

Namun, jurnalis jitu spesialias transfer Fabrizio Romano sebelumnya sempat melaporkan, ada opsi perpanjangan satu tahun Tottenham untuk pemain berusia 32 tahun itu akan diaktifkan.

Meskipun demikian, media Spanyol El Nacional melaporkan Barcelona sedang mencari pemain bebas transfer musim panas 2025 dan bahwa Son termasuk dalam daftar pendek calon rekrutan.

Dengan opsi satu tahun itu yang belum diambil, Son dapat menandatangani kesepakatan prakontrak dengan klub di luar Inggris dan tampaknya Barca sedang memantau situasinya saat ini.

Laporan itu juga mengulas pemain Korea Selatan itu mungkin tergoda untuk pindah ke Camp Nou, mengingat Barcelona masih memiliki reputasi sebagai salah satu klub terbesar di dunia dan bisa menawarkan menit bermain reguler di Liga Champions.

Son bergabung dengan Tottenham sebagai sosok yang relatif tidak dikenal dari Bayer Leverkusen pada tahun 2015.

Namun sejak itu menjadi legenda klub dengan 169 gol dan 90 assist dalam 431 penampilan.

Meskipun diangkat menjadi kapten oleh Ange Postecoglou, ia tidak selalu menjadi pemain inti reguler bagi pelatih Australia yang suka merotasi opsi penyerangnya. (Tribunjogja.com/Kontan/iwe)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved