Perajin Gerabah di Pemalang Tertipu Oknum Polisi Rp 900 Juta, Dua Putranya Gagal Daftar Bintara
Perajin gerabah asal Pemalang tertipu Rp 900 juta oleh oknum polisi. Uang hasil jual sawah melayang, dua putranya gagal masuk Bintara Polri.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Alifia Nuralita Rezqiana
TRIBUNJOGJA.COM, PEMALANG - Perajin gerabah asal Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah bernama Suratmo (57) tertipu oknum polisi Rp 900 juta.
Diwartakan Kompas.com, Jumat (3/1/2025), kasus bermula pada 2020 lalu, ketika dua putra Suratmo, yaitu Sutirto dan Muhammad Syukur, berniat mendaftar sebagai anggota polisi melalui jalur Bintara di Polres Pemalang.
Sebagai informasi, jalur Bintara Polri adalah jalur pendidikan untuk menjadi anggota kepolisian dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).
Pendidikan bintara berlangsung sekitar 5 bulan dan mempersiapkan lulusannya untuk tugas operasional kepolisian sehari-hari.
Cerita tentang dua putra Suratmo yang ingin mendaftar jalur Bintara itu didengar oleh sahabat Suratmo yang bernama Wahono.
Kebetulan, Wahono memiliki putra seorang polisi berpangkat Brigadir yang bertugas di Polres Pemalang.
Menurut cerita Suratmo, Wahono menyarankan agar Suratmo memberikan “uang muka operasional”.
Suratmo pun memberikan uang muka sebesar Rp 500 juta.
Namun, setelah mengirimkan uang Rp 500 juta, Suratmo diminta membayar uang tambahan Rp 400 juta dengan alasan itu adalah permintaan dari Kapolres Pemalang dan Kapolda Jawa Tengah.
"Saya transfer sebesar 400 juta rupiah alasannya untuk Pak Kapolres dan Pak Kapolda, sehingga total keseluruhan yang sudah diberikan sebesar 900 juta rupiah. Dan bukti kuitansi ada semua komplet," kata Suratmo, dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.
Dua putra Suratmo pada akhirnya tidak lolos seleksi calon Bintara.
Mengetahui hal itu, Suratmo berusaha menghubungi oknum polisi tersebut.
Dalam perjanjian tertulis bahwa uang Suratmo akan dikembalikan 100 persen jika proses seleksi gagal.
Namun, oknum polisi tersebut menjawab dengan santai.
"Kalau gagal, ya bisa mengulangi tahun depan, soalnya uangnya habis buat judi online," kata Suratmo menirukan jawaban oknum polisi yang menipunya.
| Markas Scam Internasional di Sleman Baru Disewa Satu Tahun, Ketua RW Sempat Curiga |
|
|---|
| Poster Pengobatan Alternatif di Kantor Bupati Sleman Dipastikan Hoaks, Diduga Modus Penipuan |
|
|---|
| Viral Video Lansia Kesulitan Jalan Kaki di Candi Borobudur, Begini Respon Pengelola |
|
|---|
| Viral Wisatawan Ngaku Dimintai Bayar Dua Kali saat Main Wahana ATV di Pantai Baru Bantul |
|
|---|
| Kasus Pidana Meningkat, Kapolda DIY: Antara Lain Disebabkan Melemahnya Kondisi Ekonomi Masyarakat |
|
|---|
