Serie A

AC MILAN: Prediksi Formasi Sergio Conceicao, 4-4-2 dan 4-3-3 

Bagaimana formasi AC Milan di bawah pelatih Sergio Conceicao? Setelah Sergio Conceicao ditunjuk sebagai pelatih baru AC Milan, muncul prediksi

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP
Pelatih baru AC Milan Sergio Conceicao 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagaimana formasi AC Milan di bawah pelatih Sergio Conceicao?

Setelah Sergio Conceicao ditunjuk sebagai pelatih baru AC Milan, muncul prediksi susunan pemain atau formasi tim Rossoneri.

Conceicao akan memiliki tugas berat untuk mencoba membangun tim yang ditinggalkan Paulo Fonseca.

Namun, setidaknya Sergio Conceicao masih diwarisi pertahanan yang lebih baik dalam beberapa pertandingan terakhir meski tetap harus menaikkan levelnya.

Pertandingan Supercoppa Italiana Juventus Vs AC Milan pada Sabtu (4/1/2025) pukul 02.00 akan menjadi debutnya, di mana ia harus menghadapi masalah cedera pemain. 

Sergio Conceicao
Sergio Conceicao (X.com/AC MILAN)

Diprediksi, Conceicao akan memainkan formasi 4-4-2, di mana Alvaro Morata dan Tammy Abraham memimpin lini depan AC Milan.

Alex Jimenez dan Christian Pulisic diperkirakan akan menjadi pemain sayap, di mana Youssouf Fofana dan Tijjani Reijnders di lini tengah. 

Emerson Royal, Matteo Gabbia, Malick Thiaw dan Theo Hernandez harus menjadi empat bek.

Prediksi AC Milan vs Juventus di Supercoppa Italiana:

AC Milan (4-4-2):  
Maignan; Emerson Royal, Gabbia, Thiaw, Theo; Pulisic, Fofana, Reijnders; Jimenez; Morata, Abraham.

Sementara itu, mengenai tim yang akan dimainkannya saat semua pemain fit, AC Milan diprediksi akan bermain dengan empat bek dengan tiga gelandang yakni Ruben Loftus-Cheek dan tiga penyerang dengan Rafael Leao dan Pulisic di kedua sisi Morata.

Prediksi lineup AC Milan (4-3-3):  

Maignan; Emerson Royal, Gabbia, Thiaw, Theo; Loftus-Cheek, Fofana, Reijnders; Pulisic, Morata, Leao.

Latihan pertama Conceicao

 

Meski belum secara resmi menjadi pelatih AC Milan hingga Senin, Sergio Conceicao sudah menjalani sesi latihan pertamanya di sore hari waktu setempat.

Conceicao diumumkan sebagai pelathi baru dengan kontrak hingga 2026.

Itu terjadi hanya beberapa jam setelah Paulo Fonseca dipecat setelah hasil imbang 1-1 melawan Roma di San Siro, Senin.

Conceicao pun tidak mau membuang waktu.

Setelah mendarat di Italia, ia langsung menuju Milanello untuk sesi latihan malam bersama pemain barunya, sebelum berangkat ke Arab Saudi, Rabu.

Tugas berat Conceicao

Berikut adalah tugas berat yang harus diselesaikan Sergio Conceicao sebagai pelatih AC Milan.

Sergio Conceicao hanya punya waktu beberapa bulan untuk membuktikan kepada AC Milan bahwa dia adalah pelatih yang tepat untuk masa depan.

Pasalnya, pelatih asal Portugal itu mungkin hanya diberi waktu yang sangat singkat untuk menangani semua masalah yang diwariskan Paulo Fonseca.

Mantan pelatih Porto itu telah menandatangani kontrak enam bulan dengan opsi perpanjangan musim ini, yang akan diaktifkan jika Rossoneri senang dengan pekerjaan mereka.

Namun, pria berusia 50 tahun itu agaknya harus berhadapan dengan masalah yang sama yang menyebabkan pendahulunya dipecat.

Masalah tersebut dimulai dari yang utama yakni tekanan agar AC Milan lolos ke Liga Champions, yang masih dianggap klub sebagai target utama dan layak.

Di sisi lain, kurangnya komunikasi dari direktur AC Milan beberapa jam menjelang pemecatan Fonseca sudah menunjukkan kekacauan yang sedang terjadi dalam manajemen.

Karena, itu tentu saja bukan cara terbaik untuk menyambut pelatih baru yang harus membereskan banyak masalah dalam tim Rossoneri.

Berikut adalah empat masalah yang harus diselesaikan pelatih baru AC Milan Sergio Conceicao di Milanello.

1. Mentalitas tim

Alessandro Vogliacco vs Álex Jiménez di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Genoa di San Siro 15 Desember 2024.
Alessandro Vogliacco vs Álex Jiménez di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Genoa di San Siro 15 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Yang pertama, karakter kuat Sergio Conceicao mungkin dapat menutupi sebagian sosok berpengaruh dan berperan penting di jajaran direksi Rossoneri.

Namun, kekuatan mental tim AC Milan dan kemampuan bangkit dari kemunduran adalah hal utama yang perlu ia perbaiki, menurut La Gazzetta dello Sport .

2. Konsistensi tim

Alvaro Morata vs Lucas Vazquez di Liga Champions antara Real Madrid vs AC Milan di Santiago Bernabeu pada 5 November 2024
Alvaro Morata vs Lucas Vazquez di Liga Champions antara Real Madrid vs AC Milan di Santiago Bernabeu pada 5 November 2024 (Jose Breton / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

Kedua adalah masalah konsistensi AC Milan, sudah muncul sejak musim terakhir Stefano Pioli melatih.

Itu adalah masalah terbesar skuad Rossoneri, dan Fonseca tidak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikannya.

Padahal, skuad Fonseca sempat menikmati puncak performanya ketika berhasil meraih kemenangan dalam Derby della Madonnina dan di Real Madrid.

Namun, itu akhirnya berputar hingga mencapai titik terendah yang mengkhawatirkan seperti hasil imbang melawan tim yang terancam degradasi Cagliari dan Genoa.

3. Karakter taktis 

Tijjani Reijnders vs Liam Henderson di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Empoli di Stadion San Siro 30 November 2024
Tijjani Reijnders vs Liam Henderson di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Empoli di Stadion San Siro 30 November 2024 (Marco Luzzani / GETTY IMAGES EUROPE / Getty Images via AFP)

Yang ketiga, mantan pemain sayap Lazio dan Inter Milan itu akan ditugaskan untuk membentuk tim dengan karakter taktis yang jelas.

Itu karena, AC Milan baru-baru ini memberikan kesan mempertahankan beberapa pola Pioli sambil mencoba mengintegrasikan ide-ide Fonseca, tetapi kurang berhasil.

Conceicao mungkin akan berusaha memulihkan soliditas pertahanan AC Milan pada awalnya, sebelum menemukan cara untuk memaksimalkan potensi serangan mereka.

4. Leao dan Theo

Alessandro Vogliacco vs Rafael Leao di LIga Italia Serie A antara AC Milan vs Genoa di Stadion San Siro 15 Desember 2024.
Alessandro Vogliacco vs Rafael Leao di LIga Italia Serie A antara AC Milan vs Genoa di Stadion San Siro 15 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Yang keempat, pelatih baru perlu menempatkan bintang-bintang seperti Rafael Leao dan Theo Hernandez di jantung proyek teknisnya, setelah status mereka berulang kali dipertanyakan selama masa jabatan Fonseca.

Reaksi Leao dan Theo terhadap pergantian pelatih kemungkinan akan memengaruhi peluang Rossoneri untuk mengekspresikan diri mereka yang terbaik.

Apa kata Sergio Conceicao

Sebelumnya, Sergio Conceicao telah memberikan wawancara pertamanya sebagai pelatih baru AC Milan, hanya beberapa jam setelah ditunjuk sebagai pengganti Paulo Fonseca. 

"Dengan organisasi yang baik dan kualitas para pemain, kami akan melakukan hal-hal baik tahun ini," kata mantan pelatih Porto itu dengan pers AC Milan

Conceicao tidak menyembunyikan fakta bahwa ia dan skuad barunya memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika mereka ingin sukses di sisa musim 2024-2025.

Pasalnya, Fonseca meninggalkan tim di posisi kedelapan dan tertinggal 14 poin dari puncak klasemen. 

Pelatih baru Rossoneri itu juga mengakui bahwa ia tidak punya banyak waktu untuk mundur dan memproses semua emosi karena menjadi pelatih AC Milan karena skala tugas yang dihadapi.

"Saya bangga menjalani petualangan ini. Emosi ini hanya sementara, karena kami masih harus bekerja keras," kata Conceicao kepada media internal AC Milan

"Kami butuh hati yang hangat dan kepala yang dingin untuk melakukan yang terbaik dan memenangkan pertandingan. Itulah yang kami inginkan. 

“Kami mewakili klub besar dalam skala global, dan kami harus layak untuk klub besar ini.

“Kami tidak punya banyak waktu, itu sama sekali bukan alasan, tetapi saya harus melakukan yang terbaik dengan waktu yang kami miliki agar para pemain memahami apa yang perlu mereka lakukan, pertama-tama sebagai individu tetapi juga sebagai tim, untuk menjadi yang terbaik yang kami bisa di setiap pertandingan. 

"Tidak ada pilihan lain, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sini bersama tim. 

“Kami membutuhkan mentalitas yang kuat dan dengan organisasi yang baik serta kualitas pemain, kami akan melakukan hal-hal baik tahun ini. 

"Kata-kata hanyalah kata-kata, saya perlu membuktikan diri dengan hasil. Untuk itu, kami membutuhkan banyak kerja keras dari semua orang, tidak hanya dari para pemain tetapi juga dari staf yang menjadikan fasilitas Milanello seperti sekarang ini. 

"Kami di sini untuk bekerja. Yang ingin saya sampaikan kepada para pendukung adalah bahwa kami akan bekerja keras dan menjadi tim pemenang serta menjadi tim yang layak bagi klub hebat ini." 

Pertandingan pertama Conceicao sebagai pelatih AC Milan akan berlangsung di ajang Supercoppa Italiana, di mana Rossoneri akan bertanding melawan Juventus di babak semifinal pada Sabtu, 4 Januari 2025 pukul 02.00. 

Peluang untuk meraih trofi juga terbuka di pertandingan kedua Conceicao sebagai pelatih AC Milan, yaitu final Supercoppa melawan Inter Milan atau Atalanta pada tanggal 6 Januari 2025. 

Pertandingan Serie A pertama Conceicao sebagai pelatih AC Milan akan melawan Cagliari di San Siro pada 12 Januari 2025 pukul 02.45 WIB.

Apa kata Paulo Fonseca ?

Pelatih AC Milan Paulo Fonseca dan Emerson Royal di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Venezia di San Siro 14 September 2024 di Milan, Italia.
Pelatih AC Milan Paulo Fonseca dan Emerson Royal di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Venezia di San Siro 14 September 2024 di Milan, Italia. (Marco Luzzani / GETTY IMAGES EUROPE / Getty Images via AFP)

Sebelumnya, AC Milan telah memecat pelatih klub, Paulo Fonseca.

Dan Fonseca telah membenarkan bahwa ia telah diberhentikan dari posisi pelatih AC Milan

Pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya diminta berbicara kepada DAZN dan menghadiri konferensi pers guna menjawab pertanyaan tentang pemecatannya yang akan segera terjadi.

Namun, Fonseca menegaskan bahwa ia belum diberi tahu apa pun mengenai masa depannya di San Siro.

Sementara itu, berbagai sumber media mengetahui selama berjam-jam bahwa Sergio Conceicao telah disiapkan untuk menggantikannya.

Baru setelah wawancara dan tugas media ini, Fonseca diberitahu tentang berita yang tak terelakkan itu oleh direktur AC Milan.

Saat meninggalkan San Siro setelah tengah malam, menyusul hasil imbang 1-1 dengan Roma, ia berhenti sebentar untuk berbicara dengan wartawan yang masih tersisa.

“Memang benar, saya akan meninggalkan AC Milan. Ini hidup. Hati nurani saya bersih, karena saya telah melakukan semua yang saya bisa.”

Fonseca mencatakan 12 kemenangan, enam hasil imbang dan enam kekalahan antara Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.

Sergio Conceicao gantikan Paulo Fonseca

Sementara itu, Sergio Conceicao akan menjadi pengganti Paulo Fonseca sebagai pelatih baru AC Milan.

Debut Conceicao akan dilakukan pada tanggal 3 Januari melawan Juventus di semifinal Supercoppa Italiana di Riyadh, Arab Saudi.

Anehnya, putranya Francisco Conceicao bermain untuk Juventus.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved